Tak Cuma Korban Bencana, Relawan Juga Butuh Asupan Nutrisi yang Memadai

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 28 Mei 2019 | 08:27 WIB
Tak Cuma Korban Bencana, Relawan Juga Butuh Asupan Nutrisi yang Memadai
Ilustrasi relawan bencana alam. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Tak Cuma Korban Bencana, Relawan Juga Butuh Asupan Nutrisi yang Memadai

Ketika bencana alam terjadi, lazimnya bantuan datang dari berbagai penjuru, termasuk kedatangan para relawan yang akan membantu proses evakuasi korban bencana hingga pemulihan sarana dan infrastruktur di daerah tersebut. Tentu, seperti lazimnya manusia biasa, para relawan membutuhkan asupan makanan.

Dan di daerah bencana, para relawan membutuhkan asupan gizi yang semestinya sangat baik, karena pekerjaan mereka sangat berat dan kerap kali melampaui beban kerja di masa normal. Apalagi di daerah terdampak bencana, para relawan kerap kali bekerja tak kenal lelah dan tak ingat waktu.

Disampaikan Shanty Dewi Nurhayani, anggota Indonesian Chef Association (ICA), untuk menghindari agar kelelahan itu tidak berubah menjadi sakit, relawan membutuhkan asupan gizi yang seimbang selain tentunya istirahat yang cukup. Namun faktanya di lapangan, asupan makanan bagi relawan kerap kali terabaikan.

“Ketika berada di daerah bencana, memang makanan yang tersedia untuk relawan kondisinya ala kadarnya, yang penting ada. Ini yang kurang baik karena bisa berdampak pada kesehatan para relawan maupun masyarakat korban bencana yang sangat memerlukan makanan bergizi,” ujar Dewi dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Selasa (28/5/2019).

Untuk itu ICA, yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata, anggotanya kerap terjun ke lokasi bencana alam untuk membantu organisasi, baik pemerintah, sosial maupun swasta untuk mengelola dapur umum yang digelar berbagai institusi tersebut. Tujuannya agar asupan nutrisi bagi korban bencana sekaligus relawan terjaga dengan baik.

“Kami memberikan saran panduan menu yang cocok untuk daerah tersebut sesuai dengan selera lokal dengan kandungan gizi yang baik, cara pengolahan dan peralatan yang diperlukan untuk memasak dalam jumlah besar hingga ke manajemen higienitas dapur umum, agar kebersihan dan kesehatan selalu terjaga dari bahan baku hingga makanan jadi,” imbuhnya.

Indonesian Chef Association (ICA) sebut relawan daerah terdampak bencana juga harus diperhatikan nutrisinya. (Dok. ICA)
Indonesian Chef Association (ICA) sebut relawan daerah terdampak bencana juga harus diperhatikan nutrisinya. (Dok. ICA)

Salah satu pihak yang kerap bekerja sama ICA, kata Dewi adalah Tim Reaksi Cepat PLN. Menurut data yang dikutip dari Departemen Corporate Communication & CSR PT PLN (Persero), TRC PLN yang diinisiasi oleh Direksi PLN tersebut, memiliki misi kemanusiaan dalam dua bentuk, yakni melakukan pencarian dan penyelamatan korban bencana di wilayah berair dan daerah berketinggian, serta penyediaan dapur umum.

Dewi sendiri sangat kagum dengan TRC PLN, sebab, selain memiliki tenaga relawan yang sangat berdedikasi dan sepenuh hati membantu korban bencana alam, juga sekaligus tak ragu sedikitpun menggelontorkan bahan pangan terbaik untuk para korban bencana, termasuk untuk tenaga relawan dari berbagai badan pemerintah maupun swasta.

“TRC PLN benar-benar menginginkan makanan bernutrisi lengkap dan dengan rasa yang sesuai dengan cita rasa lokal daerah tersebut. Ini membuat kami kagum dengan komitmen TRC PLN yang sepenuh hati," ujar Dewi.

Aspek nutrisi pun wajib terpenuhi di setiap sajian TRC PLN. Dalam sepaket nasi bungkus atau nasi kotak TRC PLN, wajib terdiri dari 3 unsur karbohidrat, sayuran dan protein. Ekkado alias telur bercampur daging berbalut tepung gurih, sapi lada hitam, balado ikan, ayam seraton, sayur capcay, dan aneka tumisan kerap disajikan TRC PLN.

"Jadi dalam satu paket sajian TRC PLN harus ada nasi, sayur, ayam atau daging dan tahu atau tempe. Wajib itu, agar kebutuhan nutrisi korban bencana dan tenaga relawan terpenuhi,” tandas Dewi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Gizi Anak di Bulan Puasa

Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Gizi Anak di Bulan Puasa

Health | Selasa, 28 Mei 2019 | 05:00 WIB

Penelitian: Suplemen Makanan Tidak Terlalu Bermanfaat bagi Kesehatan

Penelitian: Suplemen Makanan Tidak Terlalu Bermanfaat bagi Kesehatan

Health | Sabtu, 25 Mei 2019 | 15:25 WIB

Ini Alasan Mengapa Perlu Menghindari Minum Air Setelah Makan Semangka!

Ini Alasan Mengapa Perlu Menghindari Minum Air Setelah Makan Semangka!

Health | Sabtu, 25 Mei 2019 | 14:10 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB