Musik Klasik Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur, Begini Cara Kerjanya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 28 Mei 2019 | 18:10 WIB
Musik Klasik Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur, Begini Cara Kerjanya
Masih tidur di pagi hari tidak baik bagi kesehatan, karena Anda tidak akan merasakan manfaat paparan sinar matahari pagi yang dapat membantu menurunkan berat badan. (Shutterstock)

Suara.com - Memiliki masalah tidur akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik serta mental. Itulah sebabnya, kualitas tidur tidak boleh diabaikan.

Efek jangka panjang dari kurangnya kualitas tidur adalah obesitas, kelelahan, serta bisa memicu penyakit jantung.

Meskipun alat bantu medis dapat membantu Anda tertidur, seperti konsumsi obat tidur, tapi tentu saja ini mempunyai efek samping. Itu juga mempunyai dampak jangka panjang jika digunakan dalam waktu yang lama.

Untungnya, ada cara lain yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan kulitas tidur, yaitu dengan mendengar musik klasik.

Melansir Sleepfoundation.org, musik lebih dari sekadar sesuatu yang menyenangkan untuk didengarkan. Ini memiliki efek langsung pada sistem saraf parasimpatis, yang membantu tubuh Anda rileks dan bersiap untuk tidur.

Orang yang mendengarkan musik santai selama 45 menit sebelum tidur akan tertidur lebih cepat, tidur lebih lama, lebih sedikit bangun di malam hari, dan menilai malam mereka lebih tenang daripada ketika mereka tidak mendengarkan musik.

Ilustrasi mendengarkan musik. (Shutterstock)
Ilustrasi mendengarkan musik. (Shutterstock)

Musik memiliki kekuatan untuk memperlambat detak jantung dan pernapasan Anda, menurunkan tekanan darah, dan bahkan dapat memicu otot Anda untuk rileks.

Perubahan biologis ini mencerminkan beberapa perubahan yang sama yang dialami tubuh Anda ketika Anda tertidur , menjadikan musik persiapan sempurna untuk tidur nyenyak.

Memilih jenis musik adalah pilihan pribadi, dan Anda kemungkinan besar akan bersantai sambil mendengarkan musik yang Anda sukai.

Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)

Namun, lagu lambat sangat ideal. Carilah ritme sekitar 60 hingga 80 ketukan per menit (BPM), yang mungkin Anda temukan di antara lagu-lagu klasik, jazz, atau folk.

Setelah Anda mengintegrasikan musik ke dalam rutinitas tidur Anda, tetaplah menggunakannya. Sebab, efek tidur positif dapat terbentuk dari waktu ke waktu dan itu akan memperbaiki kualitas tidur Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Studi: Ini Aliran Musik Favorit Orang Cerdas

Hasil Studi: Ini Aliran Musik Favorit Orang Cerdas

Health | Minggu, 26 Mei 2019 | 16:15 WIB

Tak Disangka, Dua Aktivitas Ini Bisa Bantu Anda Tidur Lebih Nyenyak

Tak Disangka, Dua Aktivitas Ini Bisa Bantu Anda Tidur Lebih Nyenyak

Health | Rabu, 24 April 2019 | 20:10 WIB

Anto Hoed Berharap Musik Klasik Jadi Tujuan Wisata di Jakarta

Anto Hoed Berharap Musik Klasik Jadi Tujuan Wisata di Jakarta

Entertainment | Rabu, 03 April 2019 | 21:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB