Aplikasi di Smartphone Ini Bisa Bantu Tangani Migrain, Begini Cara Kerjanya

Vika Widiastuti
Aplikasi di Smartphone Ini Bisa Bantu Tangani Migrain, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi main smartphone. (Unsplash/William Iven)

Para peneliti telah mengembangkan teknik relaksasi berbasis smartphone untuk mengurangi rasa sakit kepala bagi pasien migrain.

Suara.com - Smartphone kini tak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga mempermudah aspek lain dalam kehidupan, salah satunya medis. Para peneliti dilaporkan telah mengembangkan teknik relaksasi berbasis smartphone untuk mengurangi rasa sakit kepala bagi pasien migrain.

Dilansir dari thehealthsite, aplikasi yang diberi nama RELAXaHEAD itu memandu pasien melalui relaksasi otot progresif atau progressive muscle relaxation (PMR). Ini merupakan sejenis terapi di mana pasien secara bergantian bersantai dan meregangkan kelompok otot yang berbeda untuk mengurangi stres.

Keefektifan aplikasi ini telah dievaluasi dalam jurnal Nature Digital Medicine. Aplikasi ini juga telah ditambahkan ke dalam terapi standar seperti obat-obatan oral, tentu saja tetap di bawah pengawasan dokter.

"Studi kami menawarkan bukti bahwa pasien dapat menjalani terapi karena mudah diakses, mereka dapat melakukannya pada waktu mereka sendiri dan terjangkau," ujar Mia Minen, Asisten Profesor di New York University.

Untuk menilik apakah suatu aplikasi dapat meningkatkan penyesuaian, tim peneliti menganalisis aplikasi oleh 51 pasien migrain, yang semuanya memiliki smartphone.

Ilustrasi sakit kepala. (Shutterstock)

Dalam penelitian ini, peserta diminta menggunakan aplikasi selama 90 hari dan menyimpan cacatan harian dari frekuensi dan tingkat keparahan sakit kepala mereka. Sementara aplikasi melacak berapa lama dan sering pasien menggunakan PMR.

Selama penelitian diketahui rata-rata peserta mengalami 13 hari sakit kepala dalam sebulan. Tiga puluh sembilan pasien melaporkan mengalami kecemasan dan 30 persen mengalami depresi.

Terapi PMR yang menggunakan aplikasi RELAXaHEAD turun menjadi 51 pesen setelah enam minggu dan setelah tiga bulan turun menjadi 29 persen.

"Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teknologi smartphone yang saat diakses secara efektif mengajarkan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola migrain mereka," ungkap Minen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS