Begini Cara Mendiagnosis Diabetes, Penyakit yang Diidap Ayah Dewi Perssik

Minggu, 09 Juni 2019 | 19:30 WIB
Begini Cara Mendiagnosis Diabetes, Penyakit yang Diidap Ayah Dewi Perssik
Dewi Perssik bersama sang ayah, Mochammad Aidil. [Instagram]

Suara.com - Pada Minggu (9/6/2019) ini, ayah Dewi Perssik dikabarkan meninggal dunia setelah beberapa bulan terakhir ini berjuang melawan diabetes, penyakit ginjal serta paru-paru.

Menurut suami Depe, Angga Wijaya, Muchammad Aidil meninggal pada pukul 14.45 WIB di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan.

Dewi Perssik yang begitu menyayangi sang ayah disebut masih setia mendampingi di rumah sakit.

"Depe (panggilan akrab Dewi Perssik) masih di atas dampingi terus. Semua sudah ikhlas, terima kasih ya teman-teman," tutur Angga Wijaya.

Ayah Dewi Perssik sukses menjalani operasi. [Instagram]
Ayah Dewi Perssik meninggal dunia setelah menderita komplikasi diabetes. [Instagram]

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kencing manis atau diabetes, merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah), yang menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.

Umumnya, diabetes yang pada orang dewasa adalah diabetes tipe 2, yang terjadi ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin.

Lalu bagaimana caranya kita mendiagnosis diabetes?

Melansir WebMD, ada 3 tes yang digunakan untuk mendiagnosis diabetes:

Baca Juga: Jenazah Ayah Dewi Perssik Akan Diterbangkan ke Jember Malam Ini

1. Tes glukosa plasma puasa, yang mengharuskan pasien tidak makan setidaknya selama 8 jam untuk mengukur kadar glukosa darah.

2. Tes toleransi glukosa oral, yang mengukur gula darah setelah berpuasa setidaknya 8 jam tanpa makan dan 2 jam setelah meminum minuman yang mengandung glukosa.

3. Tes glukosa plasma acak, dokter akan memeriksa kadar gula dalam darah tanpa memerhatikan kapan pasien makan terakhir kali. Tes ini dilakukan bersamaan dengan penilaian gejala-gejala yang muncul.

Hasil tes positif harus dikonfirmasi dengan mengulangi tes glukosa plasma puasa atau tes toleransi glukosa oral pada hari yang berbeda.

Saat pertama kali didiagnosis menderita diabetes, dokter mungkin menyarankan tes autoantibody transporter 8 (ZnT8Ab).

Tes darah ini dapat membantu menentukan apakah pasien menderita diabetes tipe 1 dan bukan tipe lainnya. Tujuannya adalah diagnosis yang cepat dan akurat dan yang dapat mengarah pada perawatan yang tepat waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI