Peneliti Menyarankan Makan Serangga karena Bergizi, Bagaimana Jika Alergi?

Vika Widiastuti, Rosiana Chozanah

Selasa, 11 Juni 2019 | 19:25 WIB
Peneliti Menyarankan Makan Serangga karena Bergizi, Bagaimana Jika Alergi?
Ilustrasi seorang perempuan memakan serangga. [Shutterstock]

Suara.com - Serangga, terutama belalang, menjadi salah satu makanan yang disarankan oleh peneliti untuk dikonsumsi. Meski terdengar aneh, serangga ternyata mengandung banyak protein serta nutrisi lainnya.

Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia memakan serangga sebagai bagian dari pola makan tradisional. dan mereka menyebut praktik ini sebagai entomophagy.

Serangga dianggap sangat bergizi. Sebab mayoritas dari hewan ini kaya akan protein, lemak sehat, zat besi, dan kalsium, dan rendah karbohidrat .

Faktanya, penulis laporan FAO mengklaim serangga sama bergizinya dengan daging sapi yang biasa kita konsumsi.

Misalnya saja seperti jangkrik, mengandung sekitar 121 kalori , 12,9 gram protein, 5,5 gram lemak, dan 5,1 gram karbohidrat.

Makan serangga sebagai alternatif sumber protein (SUARA.com/Risna Halidi)
Makan serangga sebagai alternatif sumber protein (SUARA.com/Risna Halidi)

Sementara 100 gram daging sapi giling mengandung lebih banyak protein, sekitar 23,5 gra, tetapi juga jauh lebih tinggi lemaknya, sekitar 21,2 gram.

Inilah yang membuat peneliti menyarankan entomophagy mungkin adalah cara efektif untuk memerangi obesitas, seperti yang dilansir dari Medical News Today.

Tapi, sayangnya tidak semua orang aman mengonsumsi serangga. Ada beberapa orang bereaksi gatal-gatal setelah mengonsumsinya, yang merupakan sebuah reaksi alergi.

Melansir Pediatrics.aappublications.org, alergi yang terjadi bisa disebabkan oleh kepekaan konsumen terhadap protein di dalam serangga atau serbuk sari yang dibawanya.

baca juga

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Oxford Academic, gejala alergi yang muncul adalah gastro-intestinal (diare dan muntah). Setidaknya inilah yang terjadi pada 46,2% dari 2500 orang asal Thailand saat menjadi responden.

Di sisi lain, penelitian lain yang dilansir dari laman Bugsfeed.com menyebutkan serangga dan kerang ternyata berkaitan. Jadi, ketika seseorang alergi terhadap kerang kemungkinan besar dia juga akan alergi terhadap serangga.

Satu studi membandingkan jangkrik dengan udang air tawar, dan menemukan adanya reaksi alergen yang sama. Jangkrik serta makanan laut ini, ternyata mengandung protein yang menyebabkan alergi.

Tetapi penelitian lain yang dilaporkan dalam NCBI menunjukkan memasak serangga dapat mengurangi tingkat alergen.

Tapi, jika masih khawatir, Spesialis alergi Profesor Cristoforo Incorvaia merekomendasikan pada orang-orang yang alergi untuk menghindari makanan ini, walau banyak nutrisi yang akan didapat.

Sebab,  aspek alergi dari entomophagy adalah masalah serius dan memiliki potensi untuk mempengaruhi masa depan entomophagy, terutama dalam memperkenalkan konsep ini pada budaya Barat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Penurunan Serangga Penyerbuk Ancam Ketahanan Pangan Global: Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ketika Protein Jadi Barang Mewah, Edukasi Gizi Tak Cukup dengan Penyuluhan

Ketika Protein Jadi Barang Mewah, Edukasi Gizi Tak Cukup dengan Penyuluhan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:05 WIB

5 Fakta tentang Intoleransi Laktosa, Ternyata Beda dari Alergi Susu Sapi?

5 Fakta tentang Intoleransi Laktosa, Ternyata Beda dari Alergi Susu Sapi?

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Lydia Loves Bugs: Ketika Serangga Menjadi Sahabat Favorit Anak

Lydia Loves Bugs: Ketika Serangga Menjadi Sahabat Favorit Anak

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:00 WIB

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:16 WIB

7 Tanaman Pengusir Lalat di Rumah, Aromanya Tak Disukai Serangga

7 Tanaman Pengusir Lalat di Rumah, Aromanya Tak Disukai Serangga

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 08:35 WIB

Terkini

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

×