Makin Cantik saat Ketemu Lebaran, Kenali Dulu Risiko Menikah dengan Sepupu

Ade Indra Kusuma

Kamis, 13 Juni 2019 | 08:00 WIB
Makin Cantik saat Ketemu Lebaran, Kenali Dulu Risiko Menikah dengan Sepupu
Ilustrasi perempuan cantik. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah momen Lebaran usai, ada fenomena menarik yang ditangkap Google Tren, yaitu meningkatnya tren pencarian untuk keyword ''Menikah dengan Sepupu.''

Hal ini tentu menandakan terjadinya peningkatan pencarian terkait menikah dengan sepupu ketika Lebaran tiba.

Wah-wah, mungkin usai lama tak jumpa dengan sepupu, yang merupakan anak dari bibi atau paman, saat bertemu di momen lebaran, ternyata ia terlihat berbeda. Sang sepupu terlihat sudah dewasa, sangat cantik dan kita terpesona pada pandangan pertama.

Haloooo...ingat ya ia sepupumu lho, masih ada ikatan keluarga sedarah.

Menurut hasil studi dari Objektiva Indonesia, yang mempelajari tren pencarian keyword tertentu di Google Tren selama Lebaran tiba.

Tren pencarian menikah dengan sepupu. (Google)
Tren pencarian menikah dengan sepupu. (Google)

Dan menariknya lagi, menurut data dari Google Tren tersebut, daerah paling banyak melakukan pencarian ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan kata lain, orang yang mudik ke Jogja atau sedang berada di wilayah ini banyak melakukan pencarian dengan keyword tersebut saat Lebaran.

Menyusul di bawahnya ada Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan. Namun memang Jogja tetap yang paling banyak.

Bahaya menikahi keluarga sedarah

baca juga
Perempuan cantik bernama Lucy Luvella. [viral4real]
ilustrasi saudara sepupu [viral4real]

Benarkah pernikahan sedarah (garis keturunan yang dekat) berisiko mendatangkan keturunan yang cacat?

Pernikahan sedarah yang dimaksud adalah antar sepupu, satu marga atau yang garis keluarganya dekat.

Pernikahan sedarah mulai banyak terjadi ketika pasangan baru sadar setelah merunut garis keluarganya. Pernikahan sedarah juga terjadi pada Charles Darwin yang menikah dengan sepupu pertamanya Emma.

“Salah satu bahaya yang bisa timbul dari pernikahan sedarah adalah sulit untuk mencegah terjadinya penyakit yang terkait dengan gen buruk orangtua pada anak-anaknya kelak,” ujar Debra Lieberman dari University of Hawaii, seperti dikutip dari LiveScience.

Lieberman menuturkan setiap orang mewarisi sebuah gen buruk, dan salinan gen buruk yang akan ditularkan kepada anak ini akan tertutup jika Anda menikah dengan orang lain (karena ada gen normal dari orang lain yang mengisi setelah menikah dengan Anda).

"Nah jika Anda menikah dengan saudara kandung atau saudara sedarah yang sangat dekat, ini bisa meningkatkan secara drastis kemungkinan mendapatkan dua salinan gen buruk yang dihasilkan dari masing-masing individu, dan salinan gen buruk ini akan bersatu kepada anaknya kelak, sehingga pasti ada beberapa masalah yang nantinya bisa menyebabkan anak memiliki waktu hidup pendek,dan sebagainya," beber Lieberman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebaran Usai, Tren Pencarian ''Menikah dengan Sepupu'' Selalu Populer

Lebaran Usai, Tren Pencarian ''Menikah dengan Sepupu'' Selalu Populer

Tekno | Rabu, 12 Juni 2019 | 20:13 WIB

4 Penyebab Pernikahan Hancur di Tahun ke-5

4 Penyebab Pernikahan Hancur di Tahun ke-5

Lifestyle | Rabu, 12 Juni 2019 | 17:45 WIB

Penting, Perawatan Kulit yang Perlu Dihindari Menjelang Pernikahan

Penting, Perawatan Kulit yang Perlu Dihindari Menjelang Pernikahan

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2019 | 09:30 WIB

Terkini

IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya

IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:11 WIB

Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan

Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:10 WIB

Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi

Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:04 WIB

Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata

Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti

Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:58 WIB

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:52 WIB

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable

Jogja | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:51 WIB

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:49 WIB

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:47 WIB

×