Studi: Kopi Bantu Atasi Gejala Kelainan Genetik Langka pada Anak

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 13 Juni 2019 | 09:20 WIB
Studi: Kopi Bantu Atasi Gejala Kelainan Genetik Langka pada Anak
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Kopi selama ini memiliki imej buruk karena kandungan kafein di dalamnya. Meski demikian, tren ngopi terus berkembang, apalagi dengan hadirnya varian es kopi susu. Dan hasil penelitian terkini, menyatakan bahwa kopi pun ternyata bermanfaat membuat seorang anak dengan kelainan genetik langka mengatasi gejala penyakitnya.

Ya, dilansir dari laman Newsweek, seorang anak yang mengalami diskinesia terkait kelainan genetik ADCY5 mengalami perbaikan gejala setelah menyeruput kopi.

Gejala yang kerap dialaminya itu antara lain ditandai dengan gerakan tak sadar, termasuk menyentak, mata berkedut, tremor, otot tegang, dan badan yang menggeliat. Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, setidaknya 400 orang telah didiagnosis menderita penyakit ini. Namun, ada kemungkinan jumlah penderita lebih banyak dari yang diperkirakan karena gejalanya sedikit mirip dengan cerebral palsy atau epilepsi.

Mereka yang mengidap penyakit ini dalam kondisi yang parah mungkin memiliki otot yang lemah, dan keterampilan motorik mereka mungkin berkembang lebih lambat daripada yang lain.

Hingga saat ini tidak ada pengobatan yang tersedia untuk diskinesia terkait ADCY5. Namun, para dokter Prancis tertarik ketika seorang ayah dan anak perempuan dengan gangguan tersebut mengklaim bahwa mereka dapat mencegah gerakan yang tidak diinginkan dengan minum kopi.

Para dokter di departemen neurologi Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière di Paris, menganalisis bagaimana kopi dapat membantu anak lelaki berusia 11 tahun yang menderita kondisi tersebut.

Anak yang tidak disebutkan namanya itu pertama kali didiagnosis diskinesia pada usia 3 tahun. Wajah dan anggota tubuhnya kerap bergerak tanpa sadar, selama beberapa detik hingga 10 menit. Kadang-kadang, gerakan spontan ini akan memicu kedutan.

Pada usia 11 tahun, bocah itu bisa mengalami gejala ini hingga 30 episode setiap hari dan tentu saja menyebabkan gangguan besar dalam hidupnya. Dokter pun mencoba memberinya kopi. Pertama, satu cangkir espresso yang mengandung sekitar 100 mg kafein di sore hari, dan satu cangkir sebelum tidur. Setelah 45 menit gejalanya hilang, dengan efek yang berlangsung tujuh jam.

Kemudian dokter menaikkan dosis menjadi dua cangkir di sore hari dan setengah cangkir sebelum tidur. Hasilnya bocah ini tidak mengalami gejala bergerak tanpa sadar sama sekali. Bocah itu bisa menulis di kelas, berjalan pulang dari sekolah dan naik sepedanya tanpa harus mengalami kejang.

baca juga

Ketika orangtuanya secara tidak sengaja membeli kopi tanpa kafein, ternyata gejalanya kembali. Ketika mereka melanjutkan pengobatan kafeinnya, episode-episode itu lenyap lagi.

Dokter yang menangani bocah tersebut meyakini bahwa pengalamannya merupakan eksperimen nyata dan dia menyimpulkan bahwa kopi adalah pengobatan yang aman untuk diskinesia terkait ADCY5.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Terkini Klaim Minum Kopi 25 Cangkir Sehari Aman untuk Jantung

Studi Terkini Klaim Minum Kopi 25 Cangkir Sehari Aman untuk Jantung

Health | Selasa, 04 Juni 2019 | 10:30 WIB

Disukai Banyak Orang, Ternyata Minum Kopi Bisa Picu Kanker Darah Sejak Dini

Disukai Banyak Orang, Ternyata Minum Kopi Bisa Picu Kanker Darah Sejak Dini

Health | Sabtu, 01 Juni 2019 | 20:10 WIB

Hasil Studi, Minum 2 Cangkir Kopi Sehari Membuat Bertahan Hidup Lebih Lama

Hasil Studi, Minum 2 Cangkir Kopi Sehari Membuat Bertahan Hidup Lebih Lama

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 12:20 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB