Penelitian Terbaru, Begini Buruknya Pengaruh Media Sosial bagi Penggunanya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Penelitian Terbaru, Begini Buruknya Pengaruh Media Sosial bagi Penggunanya
Ilustrasi Media Sosial (Medsos). [Shutterstock]

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan betapa buruknya efek media sosial terhadap penggunanya.

Suara.com - Media sosial memang memiliki pengaruh positif serta negatif bagi penggunanya. Sebagai catatan penting, pengaruh negatif media sosial berhubungan erat dengan kesehatan mental penggunanya.

Banyak penelitian telah menemukan korelasi antara penggunaan media sosial yang tinggi dan kesehatan mental yang lebih buruk. Masalah yang ditimbulkan bisa berupa depresi, gangguan kecemasan, perasaan kesepian dan isolasi, harga diri yang lebih rendah, bahkan hingga bunuh diri.

Namun dua studi baru, seperti yang dilansir dari Forbes, menggarisbawahi adanya kenyataan sebab-akibat antara media sosial dengan kesehatan mental.

Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Pennsylvania dan diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology. Penelitian itu dilakukan terhadap 140 mahasiswa yang menggunakan Facebook, Snapchat dan Instagram.

Sebelum dan sesudah analisis ini, para peserta juga mengisi kuesioner. Dengan begitu, peneliti paham bagaimana mereka melakukannya secara psikologis. Mereka secara khusus tertarik pada kecemasan, depresi, kesepian, dan perasaan takut ketinggalan atau FOMO.

Ilustrasi remaja sedang menggunakan media sosial di perangkat genggam (Shutterstock).
Ilustrasi remaja sedang menggunakan media sosial di perangkat genggam (Shutterstock).

Seperti yang diharapkan para peneliti, koresponden yang membatasi penggunaan media sosial hingga 30 menit setiap harinya merasa lebih baik setelah tiga minggu. Mereka juga melaporkan adanya penurunan tingkat depresi, rasa kesepian, perasaan FOMO serta kecemasan.

"Menggunakan lebih sedikit media sosial daripada biasanya akan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam depresi dan kesepian," tutur penulis studi, Melissa G. Hunt.

"Efek ini terutama diucapkan untuk orang-orang yang lebih tertekan ketika mereka bekerja," sambungnya.

Ilustrasi media sosial Instagram (Shutterstock).
Ilustrasi media sosial Instagram (Shutterstock).

Berdasarkan hasil penelitian itu, ia juga menyarankan kita tidak perlu menghentikan penggunaan media sosial sepenuhnya. Kita hanya perlu mengurangi penggunaannya saja.

"Agak ironis bahwa mengurangi penggunaan media sosial sebenarnya membuat Anda merasa tidak terlalu kesepian," kata Hunt.

"Beberapa literatur yang ada di media sosial menunjukkan besarnya perbandingan sosial yang terjadi. Ketika Anda melihat kehidupan orang lain, terutama di Instagram, mudah untuk menyimpulkan bahwa kehidupan orang lain lebih keren atau lebih baik daripada kehidupan Anda."

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS