Penelitian Terbaru, Begini Buruknya Pengaruh Media Sosial bagi Penggunanya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Kamis, 13 Juni 2019 | 20:00 WIB
Penelitian Terbaru, Begini Buruknya Pengaruh Media Sosial bagi Penggunanya
Ilustrasi Media Sosial (Medsos). [Shutterstock]

Suara.com - Media sosial memang memiliki pengaruh positif serta negatif bagi penggunanya. Sebagai catatan penting, pengaruh negatif media sosial berhubungan erat dengan kesehatan mental penggunanya.

Banyak penelitian telah menemukan korelasi antara penggunaan media sosial yang tinggi dan kesehatan mental yang lebih buruk. Masalah yang ditimbulkan bisa berupa depresi, gangguan kecemasan, perasaan kesepian dan isolasi, harga diri yang lebih rendah, bahkan hingga bunuh diri.

Namun dua studi baru, seperti yang dilansir dari Forbes, menggarisbawahi adanya kenyataan sebab-akibat antara media sosial dengan kesehatan mental.

Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Pennsylvania dan diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology. Penelitian itu dilakukan terhadap 140 mahasiswa yang menggunakan Facebook, Snapchat dan Instagram.

Sebelum dan sesudah analisis ini, para peserta juga mengisi kuesioner. Dengan begitu, peneliti paham bagaimana mereka melakukannya secara psikologis. Mereka secara khusus tertarik pada kecemasan, depresi, kesepian, dan perasaan takut ketinggalan atau FOMO.

Ilustrasi remaja sedang menggunakan media sosial di perangkat genggam (Shutterstock).
Ilustrasi remaja sedang menggunakan media sosial di perangkat genggam (Shutterstock).

Seperti yang diharapkan para peneliti, koresponden yang membatasi penggunaan media sosial hingga 30 menit setiap harinya merasa lebih baik setelah tiga minggu. Mereka juga melaporkan adanya penurunan tingkat depresi, rasa kesepian, perasaan FOMO serta kecemasan.

"Menggunakan lebih sedikit media sosial daripada biasanya akan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam depresi dan kesepian," tutur penulis studi, Melissa G. Hunt.

"Efek ini terutama diucapkan untuk orang-orang yang lebih tertekan ketika mereka bekerja," sambungnya.

Ilustrasi media sosial Instagram (Shutterstock).
Ilustrasi media sosial Instagram (Shutterstock).

Berdasarkan hasil penelitian itu, ia juga menyarankan kita tidak perlu menghentikan penggunaan media sosial sepenuhnya. Kita hanya perlu mengurangi penggunaannya saja.

"Agak ironis bahwa mengurangi penggunaan media sosial sebenarnya membuat Anda merasa tidak terlalu kesepian," kata Hunt.

"Beberapa literatur yang ada di media sosial menunjukkan besarnya perbandingan sosial yang terjadi. Ketika Anda melihat kehidupan orang lain, terutama di Instagram, mudah untuk menyimpulkan bahwa kehidupan orang lain lebih keren atau lebih baik daripada kehidupan Anda."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris, Deretan Artis Ini Depresi karena Perannya Sendiri

Miris, Deretan Artis Ini Depresi karena Perannya Sendiri

Entertainment | Kamis, 30 Mei 2019 | 13:30 WIB

Masyarakat Indonesia Mudah Terpicu oleh Provokasi di Media Sosial

Masyarakat Indonesia Mudah Terpicu oleh Provokasi di Media Sosial

Tekno | Selasa, 28 Mei 2019 | 20:06 WIB

Hindari Stres dan Cemas Berlebih, Kondisi Ini Bisa Picu Radang Otak

Hindari Stres dan Cemas Berlebih, Kondisi Ini Bisa Picu Radang Otak

Health | Selasa, 28 Mei 2019 | 03:15 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB