Selain Maag, Sakit Perut Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 14 Juni 2019 | 19:50 WIB
Selain Maag, Sakit Perut Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

Suara.com - Kita pasti pernah merasakan kram, nyeri, atau rasa seperti terbakar di aret perut. Ternyata rasa sakit di area perut ini tak selalu pertanda maag kambuh atau masalah usus. Bisa jadi ada masalah kesehatan lainnya.

Rasa sakit di area perut bisa memberi tahu kita adanya suatu penyakit karena banyak organ penting dan ujung saraf di perut yang dapat menyebabkan rasa sakit di beberapa tempat.

Melansir dari brightside.com, berikut ini beberapa masalah kesehatan menimbulkan rasa sakit di area perut.

1. Kelebihan gas

Jika anda mengalami nyeri tumpul di area perut bagian atas atau abdomen disertai rasa kembung, artinya kelebihan gas atau angin menumpuk. Kondisi ini biasanya membuat perut terasa penuh, bengkak, seperti ada sesuatu yang bergerak hingga membuat sering sendawa.

Hal ini terjadi karena makan terlalu cepat, banyak minum bersoda, alkohol maupun produk susu yang menyebabkan pembentukan gas berlebih di perut.

Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

2. Refluks lambung

Rasa sakit seperti terbakar di daerah dada bagian bawah hingga bagian atas perut bisa jadi tanda refluks lambung (GERD). Biasanya kondisi ini juga disertai rasa panas dan asam yang aneh di tenggorokan.

Penyebabnya karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang memicu mulas, seperti makanan berminyak, pedas, kecut, kopi dan rokok.

3. Ulkus

Sakit perut berupa nyeri di bagian atas bisa juga menandakan ulkus. Ulkus terjadi ketika ada lapisan perut yang rusak dan biasanya rasa nyeri mereda dengan konsumsi obat penghilang rasa sakit. Gejala lain dari ulkus yakni perubahan napsu makan, mual, tinja berdarah, berat badan turun, muntah dan nyeri dada.

Kondisi ini terjadi karena sering menggunakan aspirin atau obat antiinflamasi lainnya, merokok dan terlalu banyak minum alkohol.

Ilustrasi kesehatan usus besar. (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan usus besar. (Shutterstock)

4. Sindrom iritasi usus

Jika anda mengalami sindrom iritasi usus, pasti akan merasakan kram dan kembung di daerah sistem pencernaan atau perut bagian bawah. Pada kondisi ini, ada 2 kemungkinan, yakni sistem pencernaan bekerja sangat cepat hingga menyebabkan diare atau terlalu lambat hingga menyebabkan konstipasi.

5. Flu perut

Rasa sakit tajam dan kram di area perut disertai diare encer tidak berdarah, mual, muntah, nyeri otot, sakit kepala dan demam ringan bisa jadi anda menderita gastroenteritis atau flu perut.

Kondisi ini disebabkan makanan atau minuman anda terinfeksi gastroenteritis. Bisa juga karena anda menggunakan barang-barang pribadi dari orang yang terinfeksi penyakit ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lepas Implan Payudara, Wanita Ini Panen Pujian di Media Sosial

Lepas Implan Payudara, Wanita Ini Panen Pujian di Media Sosial

Lifestyle | Jum'at, 14 Juni 2019 | 16:05 WIB

Helm Jarang Dicuci Jadi Sarang Penyakit, Ikuti Langkah Membersihkannya

Helm Jarang Dicuci Jadi Sarang Penyakit, Ikuti Langkah Membersihkannya

Lifestyle | Kamis, 13 Juni 2019 | 14:00 WIB

Sering Ngantuk di Pagi Hari? Awas Tanda Penyakit Serius hingga Kejiwaan!

Sering Ngantuk di Pagi Hari? Awas Tanda Penyakit Serius hingga Kejiwaan!

Health | Rabu, 12 Juni 2019 | 07:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB