Sunat Lebih Baik dilakukan Pagi Hari, Ini Penjelasan Pakar

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 19 Juni 2019 | 06:15 WIB
Sunat Lebih Baik dilakukan Pagi Hari, Ini Penjelasan Pakar
Ilustrasi sunat anak lelaki. [shutterstock]

Suara.com - Sunat Lebih Baik dilakukan Pagi Hari, Ini Penjelasan Pakar

Masyarakat terdahulu percaya bahwa sunat lebih baik dilakukan di waktu pagi. Belum diketahui pasti alasan dibaliknya, namun kepercayaan ini masih terus diyakini oleh masyarakat saat ini.

Dan ternyata menurut dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS selaku Pendiri Rumah Sunat dr. Mahdian, anggapan ini dipercaya karena dahulu metode sunat belom semaju sekarang. Dulu, sunat dilakukan di pagi hari karena anak laki-laki diharuskan berendam di air sungai yang dingin sehingga pembuluh darahnya mengecil.

Hal ini dapat berefek seperti anestesi atau obat bius sehingga ketika dilakukan sunat tidak akan meninggalkan rasa sakit yang teramat sangat.

"Dulu sebelum ada obat bius caranya pagi-pagi berendam di kali sampai menggigil kedinginan. Kalau tangan kita masukkan di air dingin kan pucat begitu juga dengan penis, sehingga pembuluh darahnya mengecil dan rasa sakit tidak kentara," ujar dr Mahdian dalam temu media di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Ia menambahkan, dahulu sunat juga tidak dilakukan oleh dokter. Keterbatasan alat-alat medis membuat anak laki-laki zaman dahulu disunat dengan silet dan tidak dijahit. Tentu saja hal ini membuat anak lelaki zaman dahulu merasa trauma jika akan disunat.

Benarkah sunat lebih baik dilakukan di pagi hari? (Suara.com/Firsta Nodia)
Benarkah sunat lebih baik dilakukan di pagi hari? (Suara.com/Firsta Nodia)

"Jadi dulu abis dipotong (kulup penis) nggak dijahit. Jadi pakai silet terus ya sudah dibiarkan sampai kering. Yang nyunat juga bukan dokter tapi mantri. Mereka nggak belajar kedokteran tapi lebih pada turun temurun," imbuhnya.

Berbeda dengan zaman now, dr Mahdian mengatakan bahwa sunat tak perlu lagi merasakan sakit. Bahkan untuk proses membiusnya pun tak perlu menggunakan jarum suntik melainkan lokal anestesi spray jet injeksi yang hanya perlu disemprotkan ke bagian penis anak lelaki.

"Teknologi suntikan tanpa jarum dapat mengurangi fobia rasa sakit. Obat bius didorong dengan tekanan tertentu, yang bisa menembus kulit. Manfaat lain selain menghindari trauma dan lebih merata manfaatnya serta mencegah risiko luka," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Disunat, Pria 29 Tahun di Cina Harus Bayar Tagihan 100 Kali Lipat

Usai Disunat, Pria 29 Tahun di Cina Harus Bayar Tagihan 100 Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 20 Desember 2018 | 06:25 WIB

Lelaki Tidak Sunat, Ini Kerugiannya Bagi Mr P

Lelaki Tidak Sunat, Ini Kerugiannya Bagi Mr P

Health | Rabu, 12 Desember 2018 | 20:02 WIB

Penis Putus Saat Disunat, Pemuda Gugat Pemerintah Malaysia

Penis Putus Saat Disunat, Pemuda Gugat Pemerintah Malaysia

Health | Sabtu, 01 Desember 2018 | 07:45 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB