Perancis Jadi Negara yang Tidak Percaya Vaksin itu Aman

Ade Indra Kusuma Suara.Com
Kamis, 20 Juni 2019 | 10:45 WIB
Perancis Jadi Negara yang Tidak Percaya Vaksin itu Aman
Ilustrasi seorang anak sedang diberi vaksin. [Shutterstock]

Suara.com - Perancis Jadi Negara yang Tidak Percaya Vaksin itu Aman.

Sikap skeptis terhadap vaksin kini diambil tegas oleh negara Perancis. Menurut survei Wellcome Global Monitor., sepertiga orang Perancis tidak setuju bahwa vaksin itu aman.

Survei soal vaksin di Eropa [wellcome survei]
Survei soal vaksin di Eropa [wellcome survei]

Keraguan terhadap vaksinasi ini mencerminkan ketidakpercayaan publik terhadap sikap politik Perancis belakangan ini. Para pakar menyebut gerakan anti-vaksin Prancis melalui studi Wellcome menemukan bahwa Perancis memiliki tingkat ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Dalam survei yang dibuat, ada pertanyaan apakah vaksin aman? Hampir 33 persen warga Perancis yang disurvei menganggap vaksin tidak aman, nomor dua ada negara Gabon dengan 26 persen, selanjutnya ada negara Togo 25 persen, Russia 24 persen, dan Switzerland 22 persen.

Lalu soal apakah vaksin penting untuk anak-anak, Perancis masuk ke 3 besar denga 10 persen. Negara pertama yang mengaku vaksin tak penting untuk anak adalah Armenia sebanyak 12 persen. 

Laurent-Henri Vignaud, seorang sejarawan di University of Burgundy dan rekan penulis Antivax, sejarah sentimen anti-vaksin baru-baru ini di Prancis, mengatakan "Tidak ada alasan struktural bahwa keragu-raguan vaksin lebih tinggi daripada di negara-negara tetangga, tetapi ketidakpercayaan publik terhadap politik dan pemerintahan, meningkatkan kritik dan sentimen," ujarnya seperti mengutip The Guardian (20/6)

“Gerakan anti-vaksin di Perancis adalah perkembangan yang lebih baru daripada gerakan anti-vaksin di Inggris. Gerakan kecil di Perancis, yang awalnya hanya riuh di dunia online, tidak lebih kuat dari tempat lain,” kata Vignaud.

"Sampai awal tahun 2000-an, 90% orang Perancis pro-vaksin, tetapi kemudian skandal yang melibatkan perusahaan obat mengguncang kepercayaan publik. Sebuah titik balik terjadi pada 2009 ketika pemerintah Perancis memesan sejumlah besar vaksin untuk melawan epidemi flu babi. Kurang dari 10% orang menerima tawaran untuk mendapatkan vaksin di tengah kekhawatiran efek samping dari vaksin itu. Pemerintah dipandang telah melakukan pemesanan besar-besaran secara berlebihan dengan dana publik, hal ini yang menimbulkan pertanyaan dan reaksi kritis publik soal kemanan vaksin yang ada," lanjutnya.

“Dalam sejarah kami baru-baru ini, H1N1 [flu babi] adalah saat ketika keraguan merasuki banyak masyarakat. Hal ini memantik komunitas yang taidnya kecil soal kampanye anti-vaksin menjadi besar, ” tegas Vignaud.

Baca Juga: Semakin Mematikan, Australia Distribusikan 12 Juta Vaksin Flu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI