Pijat Urut Legendaris 'Bang Udin PSIM', Tangani Ratusan Pelanggan per Hari

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 01 Juli 2019 | 12:24 WIB
Pijat Urut Legendaris 'Bang Udin PSIM', Tangani Ratusan Pelanggan per Hari
Tanzirul Huda Nurmadi menangani pelanggan. (Arkadia Digital Media/Iqbal)

Tetapi, Huda mengaku tidak dapat menangani otot tegang karena lelah. Menurutnya masalah otot adalah bidang yang berbeda. Ia juga tidak dapat menangani pasien yang menderita penyakit dalam.

Praktik pijat Bang Udin ini memang sudah dianggap 'legendaris'. Pelanggannya pun tidak terbatas hanya dari Yogyakarta. Bahkan, pada beberapa kesempatan Huda sempat menangani pelanggan dari luar negeri, salah satunya dari Arab Saudi serta Belanda.

"Banyak, dari daerah Arab Saudi saja banyak," ujar Huda. Ia mengaku tidak tahu dari mana para pelanggan luar daerah tersebut tahu jasa praktik pijatnya ini.

Dalam sehari, Huda bisa menangani sekitar puluhan hingga ratusan pelanggan. Mereka (para pelanggan, -red) datang dari berbagai daerah.

Seperti salah satu pelanggan bernama Haidan, yang mengalami tangan serta kaki terkilir akibat bermain bola. Ia datang bersama ibunya, Sri, ke tempat praktik pijat Bang Udin pada Jumat (21/6/2019) siang.

Sri menceritakan dirinya mengetahui praktik pijat Bang Udin ini dari adiknya yang sejak dulu sudah menjadi pelanggan setia.

"Adik saya dulu pelanggan. Karena dulu adik saya main hoki, dia sering olahraga. Jadi kan sering jatuh-jatuh gitu, nah, dia sering ke sini," tutur Sri saat sedang menunggu antrian.

Tak berapa lama kemudian, Haidan diperiksa oleh Huda. Tidak ada satu menit, kaki dan tangan Haidan yang terkilir sudah disembuhkan oleh Huda.

Huda menangani Haidan (Doc.Istimewa/Rosiana Chozanah)
Pijat Urut Bang Udin (Himedik.com/Rosiana Chozanah)

Haidan mengungkapkan setelah beberapa saat diperiksa rasa sakit di tangan dan kakinya sudah terasa lebih baik.

"Tadinya digerakin kayak gini masih sakit, sekarang udah mendingan. Kakinya udah enggak (sakit)," tutur Haidan sambil menggerakkan tangan kirinya.

Selama ini, Huda tidak mematok tarif untuk pelanggan-pelanggannya. Ia mengungkapkan hanya ingin membantu orang-orang yang membutuhkan keahliannya.

"Seikhlasnya sih. Saya seikhlasnya," kata Huda.

Bahkan ketika banyak orang yang menginginkan Huda untuk membuka praktik di kota mereka, ia menolaknya. Sebab Huda ingin menjalankan pesan mendiang ayahnya.

"Bapak soalnya pesannya sebelum meninggal, 'bantulah wong Jogja'. Kalau saya ngejar Jakarta, bisa sebenarnya. Tapi kan saya enggak mau," jelasnya lagi.

Huda menceritakan berencana untuk menurunkan keahlian tersebut kepada putra pertamanya. Tetapi ia belum tahu bagaimana cara mengajarkannya pada buah hatinya itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Magang, antara Upah Murah dan Kebutuhan Pemburu Kerja

Pekerja Magang, antara Upah Murah dan Kebutuhan Pemburu Kerja

Liks | Kamis, 20 Juni 2019 | 17:12 WIB

8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (2): Penerjemah Ilegal dan Cela Vonis Mati

8 Sekawan Taiwan Dihukum Mati (2): Penerjemah Ilegal dan Cela Vonis Mati

Liks | Selasa, 18 Juni 2019 | 08:10 WIB

Liputan Khas: Ilmuwan Beberkan Bahaya Tersembunyi Polusi Udara

Liputan Khas: Ilmuwan Beberkan Bahaya Tersembunyi Polusi Udara

Health | Senin, 17 Juni 2019 | 08:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB