Jarang Cuci Lap Dapur, Waspada Jadi Sarang Bakteri Salmonella

Ade Indra Kusuma | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 03 Juli 2019 | 14:43 WIB
Jarang Cuci Lap Dapur, Waspada Jadi Sarang Bakteri Salmonella
Ilustrasi bakteri. [Shutterstock]

Suara.com - Jarang Cuci Lap Dapur, Waspada Jadi Sarang Bakteri Salmonella.

Kesadaran kita untuk lebih sering mencuci handuk, seprai, hingga kuas make up memang sudah cukup tinggi, tapi bagaimana dengan lap dapur yang sering kita gunakan berulang kali?

Meski ini merupakan benda kecil yang banyak terlupakan kebersihannya, Ralitsa Prodanova, seorang ahli kebersihan di Fantastic Services, mengatakan kepada Metro bahwa kita semua tetap harus mencuci atau mengganti lap dapur kita setiap hari.

Jika Anda tidak melakukan itu, kata Ralitsa, Anda bisa membuat diri Anda lebih dekat dengan jenis kuman jahat, bahkan Anda berisiko mengalami keracunan makanan.  

"Lap dapur menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi kuman. Apalagi kondisi mereka sering lembab dan hangat dari penggunaan sebelumnya, memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat," jelas dia.

Dan karena mereka bersentuhan dengan segala macam permukaan, dari tangan kotor hingga piring bersih Anda harus sangat berhati-hati untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang.

"Saya akan merekomendasikan Anda untuk menggantinya setiap hari dengan yang bersih, kering, atau Anda mencucinya pada akhir hari sehingga mereka siap untuk digunakan lagi keesokan paginya," saran dia.

"Pastikan Anda tidak mencampur dengan pakaian kotor, seperti kaus kaki kotor atau sepatu olahraga saat mencucinya," terang Ralitsa lagi.

Cuci pada suhu 40 derajat untuk menyingkirkan semua kotoran dan kuman.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 juga mengklaim betapa buruknya lap dapur yang tidak dicuci.  Para peneliti di Universitas Bristol meminta orang untuk menyiapkan makanan ayam di dapur mereka, kemudian menganalisis bakteri yang tersisa di berbagai permukaan.  

Mereka menemukan bahwa tidak satu pun keran atau wastafel yang positif untuk bakteri seperti campylobacter atau salmonella, tetapi bakteri itu justru ditemukan pada lap dapur atau spons. 

Ya, biasanya kita akan menggunakan lap dapur dengan segala hak kekacauan, mulai dari mengelap sisa makanan di meja makan, mengeringkan piring yang masih lembab, hingga menyeka tangan Anda pada lap karena Anda membutuhkan tangan kering sebelum Anda memasak.

Semua ini bisa membuat lap dapur  berhadapan langsung dengan bakteri berbahaya. 

"Jangan salah, sangat mudah menderita keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter. Kika infeksi cukup serius, dan jika pasien sangat rentan, keracunan makanan tidak diketahui menyebabkan kematian," ungkap dia.

"Saya mengira bakteri lain juga bersembunyi di lap dapur, termasuk Staphylococcus aureus dan Enterococcus, yang juga dapat membuat Anda sangat tidak sehat," tambah Ralitsa lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Salmonella dan Logam, Produk Susu dan Telur Ini Ditarik dari Pasaran

Ada Salmonella dan Logam, Produk Susu dan Telur Ini Ditarik dari Pasaran

Health | Minggu, 16 Juni 2019 | 18:21 WIB

Banyak Disukai, Ternyata Melon dan Semangka Bisa Picu Infeksi Salmonella

Banyak Disukai, Ternyata Melon dan Semangka Bisa Picu Infeksi Salmonella

Health | Minggu, 26 Mei 2019 | 10:15 WIB

Jadi Sarang Bakteri, Bersihkan Kompor Gas dengan Cuka dan Baking Soda!

Jadi Sarang Bakteri, Bersihkan Kompor Gas dengan Cuka dan Baking Soda!

Health | Selasa, 16 April 2019 | 12:53 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB