Studi: Wanita yang Gagal Aborsi Berisiko Alami Gangguan Kesehatan Kronis

Vika Widiastuti, Rosiana Chozanah

Selasa, 09 Juli 2019 | 14:20 WIB
Studi: Wanita yang Gagal Aborsi Berisiko Alami Gangguan Kesehatan Kronis
Ilustrasi aborsi. (Shutterstock)

Suara.com - Belum lama ini sempat ramai diperbincangkan masalah undang-undang tentang aborsi di beberapa negara, salah satunya Alabama.

Menurut pakar hal ini justru memperjelas potensi risiko jangka pendek dan jangka panjang yang datang dengan menolak layanan aborsi menjadi relevan.

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, risiko kesehatan jangka panjang di sini termasuk nyeri kronis dan sakit kepala.

Sakit kronis ini dikaitkan dengan penolakan tenaga medis pada perempuan yang ingin aborsi dan tetap mempertahankan kehamilannya hingga waktu melahirkan.

"Studi kami menunjukkan bagaimana melakukan aborsi tidak merusak kesehatan wanita, tetapi kemungkinan ditolak (yang membuat wanita sakit kronis)," kata Lauren Ralph, penulis utama studi tersebut, kepada INSIDER.

Peneliti menggunakan data dari 30 fasilitas aborsi Amerika Serikat antara 2008 dan 2010, para peneliti mengamati 874 wanita yang menginginkan aborsi.

Dari para wanita itu, 328 melakukan aborsi trimester pertama, 383 melakukan aborsi trimester kedua, dan 163 permintaan aborsi ditolak lalu melahirkan.

Berdasarkan analisis ini peneliti menemukan 27% wanita yang ditolak aborsi melaporkan kesehatan mereka secara keseluruhan menurun dari waktu ke waktu, sementara hanya 20% wanita yang melakukan aborsi melaporkan kesehatan yang wajar atau buruk pada tanda lima tahun.

Ilustrasi bayi dan aborsi (Shutterstock).
Ilustrasi bayi dan aborsi (Shutterstock).

Wanita yang melahirkan (sebelumnya ingin aborsi) juga lebih mungkin mengalami peningkatan sakit kepala kronis dan nyeri sendi setelah melahirkan.

baca juga

Para peneliti tidak melihat adanya perbedaan kesehatan antara wanita yang melakukan aborsi trimester pertama dan kedua.

Menurut American Pregnancy Association, secara langsung efek samping dari aborsi kemungkinan termasuk mual, muntah, diare, bercak, dan sakit perut, tetapi mereka mereda setelah dua hingga empat minggu.

"Ada anggapan bahwa mungkin ada dampak (kesehatan) dari memiliki anak dalam hidup Anda daripada jika Anda memilih untuk melakukan aborsi. Pengalaman kedua kelompok ini sangat berbeda selama lima tahun itu," kata Ralph.

Untuk alasan ini, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan bagaimana aborsi, atau penolakannya, dapat berdampak pada wanita pada tahun-tahun berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

Bukan Sekadar PM2.5, Mengapa Asap Kebakaran Lebih Berisiko bagi Kesehatan?

News | Rabu, 23 September 2026 | 16:55 WIB

Maudy Ayunda Minta Maaf, Bukti Nasihat Kesehatan Mental Tak Selalu Bisa Dipukul Rata

Maudy Ayunda Minta Maaf, Bukti Nasihat Kesehatan Mental Tak Selalu Bisa Dipukul Rata

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:15 WIB

Cara Mengembalikan Jam Tidur Normal untuk Orang Dewasa yang Sering Begadang

Cara Mengembalikan Jam Tidur Normal untuk Orang Dewasa yang Sering Begadang

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:13 WIB

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Health | Selasa, 22 September 2026 | 10:16 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 01:44 WIB

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 21:47 WIB

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

Diare Anak di Pontianak Meningkat, 40 Kasus Tercatat dalam Dua Pekan

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:46 WIB

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

BPJS Bakal Ubah Sistem JKN Jadi Value Based, Apa yang Bakal Berubah bagi Pasien?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 20:39 WIB

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:31 WIB

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

×