Doyan Olahraga di Malam Hari, Yuk Pelajari Plus dan Minusnya

M. Reza Sulaiman

Kamis, 11 Juli 2019 | 18:15 WIB
Doyan Olahraga di Malam Hari, Yuk Pelajari Plus dan Minusnya
Tren olahraga di malam hari. (Shutterstock)

Suara.com - Doyan Olahraga di Malam Hari, Yuk Pelajari Plus dan Minusnya

Gaya hidup sehat dengan rutin olahraga kini semakin ramai dilakukan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan ramainya pusat kebugaran dan tempat umum yang dijadikan lokasi olahraga bersama.

Nah, olahraga di malam hari menjadi bagian dari gaya hidup tersendiri. Aktivitas yang padat di siang hari menjadi alasan sebagian masyarakat akhirnya berolahraga di malam hari. Lalu, apa komentar dokter soal fenomena ini?

"Olahraga di malam hari tidak masalah, kalau memang kita memiliki watu luang di malam hari. Asalkan, jangan memaksakan diri jika memang kita tidak sempat olahraga di malam hari. Tetapi, jika memang ingin olahraga malam hari usahakan pada saat perut kosong sejam atau 2 jam sebelum atau sesudah makan, serta ketika selesai berolahraga pun, sebaiknya jangan langsung tidur. Beri jeda waktu 1-2 jam antara waktu olahraga dan waktu tidur sehingga tubuh dapat merecovery," ujar dr. Sophia Hage, ditemui baru-baru ini.

Ia pun menjelaskan beberapa kelebihan olahraga di malam hari. Apa saja?

Menghilangkan kepenatan

Setelah seharian bekerja, Anda pasti ingin menghilangkan rasa penat atau stres. Anda dapat mencurahkannya dengan berolahraga seperti berlari, angkat beban, bersepeda atau jenis olahraga lain yang Anda suka.

Performa terbaik

Jumlah kalori yang dibakar saat pagi hari bisa sama dengan malam hari. Hal tersebut bergantung pada kebiasan Anda mengalokasikan energi tubuh dalam sehari. Jika merasa mempunyai banyak energi saat malam hari, Anda tentu akan lebih maksimal berolahraga di malam hari, begitu pula sebaliknya.

baca juga

Tidak diburu oleh waktu

Anda tidak akan dikejar-kejar oleh aktivitas lain saat berolahraga di malam hari. Jadi, Anda punya waktu untuk lebih fokus pada olahraga.

Tren olahraga di malam hari. (Shutterstock)
Tren olahraga di malam hari. (Shutterstock)

Meski begitu, ada pula kerugian yang dilakukan jika memilih olahraga di malam hari, yakni:

Kesempatan bersosialisasi berkurang

Setelah sibuk bekerja, Anda tentu ingin berkumpul bersama teman-teman. Namun hal tersebut mungkin tertunda karena Anda harus fokus dengan program diet dan olahraga.

Gangguan pola tidur

Olahraga di malam hari bisa meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga Anda akan mengalami kesulitan tidur. Hal ini bisa terjadi ketika jarak waktu antara olahraga dan tidur malam terlalu dekat. Kadar hormon adrenalin dan hormon stres juga akan meningkat saat berolahraga.

Sudah kehabisan energi

Anda sangat mungkin kehilangan semangat untuk berolahraga di malam hari setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor. Hal tersebut terjadi karena energi Anda sudah terkuras habis. [Rosalin Febriyanti]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gampang Banget, 4 Tips untuk Memulai Gaya Hidup Sehat

Gampang Banget, 4 Tips untuk Memulai Gaya Hidup Sehat

Health | Kamis, 11 Juli 2019 | 10:02 WIB

Polusi Ngegas dari Siang ke Sore, Kapan Waktu yang Tepat untuk Olahraga?

Polusi Ngegas dari Siang ke Sore, Kapan Waktu yang Tepat untuk Olahraga?

Health | Kamis, 11 Juli 2019 | 07:05 WIB

Cara Sederhana Ini Bikin Workout Terasa Lebih Menyenangkan

Cara Sederhana Ini Bikin Workout Terasa Lebih Menyenangkan

Lifestyle | Selasa, 02 Juli 2019 | 18:15 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×