Plester Mulut saat Tidur ala Andien Tuai Pro Kontra, Ini Kata Ahli

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Jum'at, 12 Juli 2019 | 13:52 WIB
Plester Mulut saat Tidur ala Andien Tuai Pro Kontra, Ini Kata Ahli
Plester mulut saat tidur ala Andien. (Instagram/andienaisyah)

Suara.com - Plester Mulut saat Tidur ala Andien Tuai Pro Kontra, Ini Kata Ahli.

Tidur dengan mulut diplester ala penyanyi Andien viral dan menjadi perbincangan hangat mengenai dampaknya sendiri bagi kesehatan.

Dalam unggahan Instagram Story-nya, Andien menyebutkan bahwa tidur dengan plester mulut bermanfaat bagi kesehatan. Dengan cara ini, tubuh akan dibiasakan untuk melakukan nose breathing alias bernapas menggunakan hidung.

Andien dan keluarga tengah memulai kebiasaan untuk tidur dengan plester mulut. Netizen pun memberikan banyak komentar mengenai unggahannya ini, ada yang menyetujui dan adapula yang menolak dengan menganggapnya berlebihan alias membahayakan.  Sebenarnya berbahayakah plester mulut saat tidur ini, simak penjelasannya menurut para ahli.

Ternyata pernyataan tersebut sejalan dengan apa yang ditulis oleh seorang dokter gigi di California, sekaligus pengampu laman askthedentist.com, Mark Buhenne dilansir Hello Sehat.

Menurut Mark, menggunakan plester mulut ketika tidur “memaksa” tubuh Anda menggunakan hidung untuk bernapas. Sebab, seseorang memiliki kecenderungan untuk bernapas melalui mulut ketika ia tidur.

Bernapas dengan hidung inilah yang diketahui lebih bermanfaat bagi kesehatan dibandingkan jika Anda bernapas menggunakan mulut.

Meminimalisir bau mulut

Dari sisi kesehatan gigi, bernapas menggunakan mulut bisa membuat mulut Anda kering dan menyebabkan bau mulut. Belum lagi risiko penyakit gusi atau gigi berlubang. Bernapas dari hidung, bisa meminimalisir risiko ini.

Manusia memang memiliki dua cara untuk bernapas. Menggunakan mulut dan menggunakan hidung. Namun, saat Anda bernapas menggunakan hidung, udara yang masuk ke dalam tubuh akan lebih bersih dibandingkan jika Anda bernapas menggunakan mulut.

Menurut Mark Courtney, seorang terapis pernapasan di American Lung’s Association, udara yang masuk ketika bernapas melalui hidung akan tersaring oleh bulu hidung. Selain itu, udara juga lebih hangat dan lembap. Kualitas udara seperti inilah yang tidak bisa Anda dapatkan ketika bernapas melalui mulut.

Bernapas melalui hidung meningkatkan kemampuan otak

Selain mendapatkan kualitas udara yang lebih baik, bernapas melalui hidung alias nose breathing juga diketahui dapat meningkatkan kemampuan memori otak.

Dalam sebuah penelitian sebagaimana dimuat dalam The Journal of Neuroscience menjelaskan bagaimana pernapasan, khususnya bernapas dari hidung, berperan penting dalam kemampuan memori seseorang.

Dibandingkan dengan bernapas dari mulut, nose breathing dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengenali atau mengingat kembali sebuah memori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ben Joshua Kenalkan Anak Sedari Dini Berolahraga, Ini Tips dari Ahli

Ben Joshua Kenalkan Anak Sedari Dini Berolahraga, Ini Tips dari Ahli

Lifestyle | Kamis, 11 Juli 2019 | 16:55 WIB

Coba Cara Tidur Andien Aisyah, Ternyata Ini Dampak Pernapasan Mulut

Coba Cara Tidur Andien Aisyah, Ternyata Ini Dampak Pernapasan Mulut

Health | Rabu, 10 Juli 2019 | 18:30 WIB

Begini Cara Andien Ajarkan Toleransi kepada Anak

Begini Cara Andien Ajarkan Toleransi kepada Anak

Entertainment | Selasa, 02 Juli 2019 | 21:20 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB