Diet Keto Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan, Mitos atau Fakta?

Silfa Humairah Utami

Senin, 22 Juli 2019 | 13:30 WIB
Diet Keto Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi makan daging untuk mengikuti diet keto. (Unsplash/Eduardo D)

Suara.com - Diet Keto Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan, Mitos atau Fakta?

Berbagai cara diet dilakukan banyak orang untuk mendapatkan tubuh yang ideal atau bentuk tubuh yang diinginkan.

Namun, tidak banyak yang mempelajari lebih dalam efek sampingnya untuk kesehatan. Seperti halnya diet keto yang banyak digandrungi khususnya perempuan yang ingin mendapatkan tubuh langsing dalam waktu instan.

Namun tahukah Anda perubahan pada pola makan harian Anda bisa berpengaruh langsung terhadap sistem pencernaan.

Dilansir dari Hello Sehat, Dijelaskan oleh John Riopelle, DO, seorang gastroenterolog di Colorado, Amerika Serikat, bahwa metode diet keto yang tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat dapat berisiko menimbulkan masalah pencernaan.

Ini karena sumber makanan yang dianjurkan dalam diet keto umumnya rendah serat. Padahal, jenis makanan tersebut justru yang paling dibutuhkan untuk melancarkan kerja sistem pencernaan Anda. Akibatnya, beberapa orang mengalami efek samping diet keto yang berupa mual, kelelahan, sakit kepala, diare, dan berbagai keluhan lainnya.

Semua gejala ini dikenal sebagai keto flu. Ibaratnya, keto flu adalah masa tubuh beradaptasi dengan pola makan baru, yakni diet keto.

Meski biasanya dapat sembuh dalam hitungan hari, banyak orang yang melakukan diet keto malah merasa kalau kondisinya semakin bertambah parah dengan timbulnya masalah pencernaan. Mengenai hal ini, Dr. Riopelle menerangkan lebih lanjut bahwa sistem pencernaan, khususnya usus besar, setiap orang itu tidaklah sama.

Itulah mengapa beberapa orang terkadang mengalami sembelit (konstipasi), diare, sakit perut, bahkan asam lambung naik karena kekurangan asupan nutrisi tertentu. Sementara sebagian orang sisanya yang menjalani diet keto, tidak merasakan adanya masalah apa pun.

Ternyata ada alasan khusus dibalik efek samping diet keto yang kerap membuat Anda mengalami masalah pencernaan. Menurut Lindsey Albenberg, DO, seorang gastroenterolog di Children’s Hospital of Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, bahwa dari semua zat gizi yang kita makan, proses pencernaan lemak memakan waktu yang paling lama.

Itu sebabnya, lemak bisa membuat kenyang lebih lama. Sayangnya, dalam diet keto ini, meski memang bisa membuat kenyang dalam waktu lama, tapi proses pemecahan dan pencernaan lemak yang tidak sebentar malah akan membuat perut tidak nyaman. Akibatnya, Anda mengalami sakit perut, refluks asam lambung, dan masalah pencernaan lainnya.

Bukan hanya itu, karena kondisi sistem pencernaan setiap orang yang berbeda-beda, maka ada beberapa orang yang memang tidak terbiasa dengan proses pencernaan lemak yang membutuhkan waktu yang lama tersebut.

Bahkan, kadang sebagian lemak mungkin tidak dapat terserap dengan sempurna di dalam sistem pencernaan. Ketika lemak yang tidak dicerna sempurna tersebut masuk ke dalam usus halus dan usus besar, akan ada banyak air yang digunakan guna membantu melancarkan pencernaan lemak.

Namun, penggunaan air yang terlalu banyak ternyata berdampak buruk pada feses, sehingga menyebabkan diare. Sebaliknya, jika Anda menjalani diet keto tapi mengeluhkan susah buang air besar (sembelit), biasanya karena lemak yang sulit dicerna oleh tubuh. Ditambah dengan sedikitnya asupan serat yang Anda makan.

Siapa pun yang sedang menjalani diet, tentu ingin usahanya berhasil dengan tetap didukung oleh kerja pencernaan yang lancar. Maka itu, kuncinya adalah dengan memperbanyak makan makanan tinggi serat yang bisa diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan Sebenarnya Makan Mie Instan Bisa Berbahaya, Kamu Harus Tahu!

Ini Alasan Sebenarnya Makan Mie Instan Bisa Berbahaya, Kamu Harus Tahu!

Health | Jum'at, 12 Juli 2019 | 10:00 WIB

Minum Saat atau Setelah Makan Tidak Baik, Mitos atau Fakta?

Minum Saat atau Setelah Makan Tidak Baik, Mitos atau Fakta?

Health | Kamis, 04 Juli 2019 | 06:20 WIB

Demi Anak, Pria Tambun Ini Diet Keto dan Olahraga hingga Menjelma Hot Daddy

Demi Anak, Pria Tambun Ini Diet Keto dan Olahraga hingga Menjelma Hot Daddy

Lifestyle | Rabu, 03 Juli 2019 | 12:20 WIB

Terkini

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB