Akibat Jika Tas Ransel Sekolah Anak Terlalu Berat

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 23 Juli 2019 | 06:08 WIB
Akibat Jika Tas Ransel Sekolah Anak Terlalu Berat
Ilustrasi tas ransel sekolah anak. (Shutterstock)

Suara.com - Berapa pun ukuran tas ransel sekolah anak, beratnya haruslah tidak lebih dari 10 persen berat anak. Demikian menurut American Chiropractic Association.

Buku pelajaran dan perlengkapan sekolah, ditambah perlengkapan olahraga, kotak bekal makan siang ditambah botol minum, berkontribusi pada tas ransel yang kelebihan beban.

Dan faktanya, seperti dilansir dari The Washington Post, sekitar 70 persen anak-anak membawa ransel yang lebih berat dari yang direkomendasikan, menurut laporan sebuah penelitian dalam jurnal Applied Ergonomics.

Nah, mulai sekarang, pastikan anak tidak menggantungkan tas ransel hanya pada satu bahunya, melainkan menggunakan kedua tali di kedua bahu untuk mendistribusikan berat tas ransel secara merata.

Kemudian, pilih tas ransel yang memiliki tali yang lebar dan empuk, pilih tas ransel yang lebarnya tidak lebih lebar dari punggung anak, dan atur tali tas ransel agar tidak lebih dari 10 cm di bawah pinggang.

Pastikan Anda mengikuti tips di atas, karena tas ransel sekolah yang terlalu berat, dapat berkontribusi pada masalah berikut:

1. Anak gampang capek
Sama seperti orang dewasa, anak juga akan mengalami kelelahan jika terus-terusan membawa beban berat, apalagi jika beban tersebut terlalu berat untuk tubuhnya yang masih kecil. Efeknya, anak akan jadi malas bergerak dan kurang aktif di sekolah. Jika hal ini berlangsung terus-menerus, hal ini malah akan memicu anak mengalami kelebihan berat badan.

2. Anak mengalami sakit pundak
Beban yang terlalu berat akan membuat otot-otot di pundak jadi sakit dan tegang. Selain menjalar ke area di sekitar pundak, yaitu punggung dan leher, rasa sakit juga akan disertai dengan kesemutan, mati rasa, dan menimbulkan kelemahan di tangan.

3. Postur tubuh anak jadi buruk
Membawa tas ransel sekolah sampai anak harus membungkuk, bisa membuat postur tubuh anak benar-benar jadi bungkuk permanen. Atau, kebiasaan anak membawa ransel dengan hanya menyampirkannya di salah satu sisi bahu, bisa membuat postur tubuh anak jadi miring.

4. Pertumbuhan anak bisa terganggu
Proses pertumbuhan anak akan mengalami gangguan jika tubuhnya terus diberi beban terlalu berat setiap hari. Bukan tak mungkin akan mengalami berbagai gangguan pada tulang yang mengakibatkan tulang tak bisa tumbuh dengan normal. Hal ini akan berpengaruh pada tinggi badan anak.

Itulah 4 efek buruk jika anak kebiasaan membawa tas ransel sekolah terlalu berat. Mulai sekarang, yuk sesuaikan berat dan ukuran tas ransel sekolah dengan postur tubuh anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sanggup Beli, Ayah Ini Buat Tas Anyaman dari Tali Rafia

Tak Sanggup Beli, Ayah Ini Buat Tas Anyaman dari Tali Rafia

Lifestyle | Rabu, 19 Juni 2019 | 19:05 WIB

Bawa Tas Punggung Terlalu Berat, Waspadai Risiko Ini

Bawa Tas Punggung Terlalu Berat, Waspadai Risiko Ini

Health | Selasa, 19 Maret 2019 | 13:00 WIB

Wow! Brand Jepang Jual Tas Ransel Seukuran Manusia

Wow! Brand Jepang Jual Tas Ransel Seukuran Manusia

Lifestyle | Kamis, 03 Januari 2019 | 18:05 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB