Main di Tanah Bermanfaat Buat Anak Lho, Ini Buktinya Secara Ilmiah

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Jum'at, 26 Juli 2019 | 07:30 WIB
Main di Tanah Bermanfaat Buat Anak Lho, Ini Buktinya Secara Ilmiah
Ilustrasi anak bermain di tanah dan lumpur. (Shutterstock)

Suara.com - Main di Tanah Bermanfaat Buat Anak Lho, Ini Buktinya

Banyak orangtua merasa khawatir saat anak-anak mereka bermain lumpur, tanah ataupun pasir. Tentu saja alasannya adalah karena taku berdampak negatif terhadap kesehatan mereka.

Padahal dikutip dari Brightsite, ada sejumlah fakta ilmiah yang menyatakan sebaliknya. Bermain kotor-kotoran justru dapat membuat anak lebih sehat.

Nah, Anda ingin tahu apa terjadi saat anak bermain kotor? Berikut fakta yang perlu Anda ketahui:

1. Mengenal permainan alam

Wajar bagi orangtua untuk memperhatikan kebersihan dan keamanan anak-anak mereka. Beberapa mungkin lebih suka bermain di rumah daripada di ruangan terbuka. Berdasarkan hal ini, penulis Richard Louv mewawancarai sekitar 3.000 keluarga dan setelah beberapa percakapan dengan anak-anak, ia menyimpulkan bahwa banyak yang sebenarnya tidak ingin bermain di ruangan terbuka hari ini. Mereka lebih suka berada di rumah, dihibur oleh teknologi.

“Anak-anak kita dan anak-anak dari anak-anak kita adalah generasi yang lebih terputus dari alam dalam sejarah,” katanya dengan prihatin.

Anak-anak bermain. (Shutterstock)
Anak-anak bermain. (Shutterstock)

2. Sedikit kotoran tidak bikin sakit

Louv dan dokter anak Maria Júlia Carvalho bersikeras bahwa anak-anak perlu berhubungan dengan mikroorganisme yang ditemukan di tanah dan rumput untuk membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh mereka dengan baik. Mungkin melakukan bersih-bersih setelah mereka bermain dengan lumpur adalah hal yang menyebalkan, tetapi menemukan jalan tengah antara kesenangan dan kelebihan adalah sesuatu yang perlu dipikirkan orang tua. Jenis-jenis permainan tidak higienis ini perlu.

baca juga

Carvalho mengatakan bahwa bersentuhan dengan bakteri jenis ini mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh yang benar pada anak-anak. Dengan cara ini, di masa depan, mereka akan dapat melindungi dan mempertahankan diri mereka terhadap penyakit dan alergi dengan lebih baik. Richard Louv juga menambahkan bahwa kegiatan di luar ruangan mendorong kreativitas, meminimalkan stres dan depresi, dan memungkinkan perkembangan kognitif yang lebih luas.

3. Sama dengan hewan peliharaan

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, anak-anak yang hidup dan tumbuh dengan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sejak usia dini cenderung tidak mengembangkan alergi. Anak-anak ini hidup di antara tingkat endotoksin yang konstan, sejenis bakteri yang ada dalam debu dan lingkungan yang akhirnya memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

Anak bermain di alam terbuka. (Shutterstock)
Anak bermain di alam terbuka. (Shutterstock)

4. Membangun sistem kekebalan tubuh kita

Menurut definisi yang diberikan oleh sistem kesehatan untuk anak-anak yang dikenal sebagai KidsHealth, sistem kekebalan adalah yang pada akhirnya melindungi orang dari penyerbu eksternal seperti kuman dan bakteri yang dapat mengancam kesehatan mereka. Ini termasuk mendeteksi zat yang dapat menghasilkan penyakit dan infeksi, dan kemudian sistem kekebalan ini akan berjuang melawannya.

Tetapi agar serangan ini berhasil, sistem perlu beradaptasi dengan mikroorganisme dari luar. Ketika anak-anak tumbuh, mereka mulai menjadi lebih tahan terhadap kuman tertentu. Ini terjadi karena mereka telah terpapar pada mereka, dan sistem kekebalan mereka sudah tahu mana yang bersifat penyerbu dan bagaimana untuk menyerang mereka.

5. Konsekuensi dari menjauhkan anak-anak dari ruang terbuka

Tanpa bersentuhan dengan mikroorganisme, sistem kekebalan menjadi lebih rentan terhadap zat-zat yang seharusnya tidak bersifat patologis, seperti serbuk sari atau bulu hewan yang menyebabkan anak-anak menderita alergi. Richard Louv mengatakan bahwa menghalangi interaksi anak-anak dengan alam membatasi perkembangan kreativitas mereka. Anak-anak yang tidak bersentuhan dengan lingkungan mereka, tidak memiliki rangsangan fisik dan tidak memiliki pengalaman langsung untuk membangun diri mereka sendiri.

Dia juga menambahkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak ketika berada di luar ruangan adalah tindakan pencegahan yang sehat terhadap obesitas. Bahkan, obesitas mempengaruhi sebagian besar populasi anak karena semua waktu yang dihabiskan di balik pintu tertutup. Untuk alasan ini, ia menjelaskan bahwa kurangnya waktu bermain di luar adalah risiko bagi kesehatan psikofisik mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Alasan Pentingnya Ruang Bermain Ramah Anak

Ini Alasan Pentingnya Ruang Bermain Ramah Anak

Health | Jum'at, 26 April 2019 | 18:04 WIB

Permainan Tradisional Bantu Tubuh Anak Tetap Fit

Permainan Tradisional Bantu Tubuh Anak Tetap Fit

Health | Selasa, 23 April 2019 | 19:00 WIB

5 Aspek Tumbuh Kembang Anak yang Bisa Didapat Melalui Bermain

5 Aspek Tumbuh Kembang Anak yang Bisa Didapat Melalui Bermain

Health | Rabu, 10 April 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 07:42 WIB

BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda

BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 07:41 WIB

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:38 WIB

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

News | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 07:34 WIB

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Surakarta | Selasa, 15 September 2026 | 07:31 WIB

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

×