Diet Keto, Hanya Boleh Dilakukan Maksimal 6 Bulan

Vania Rossa, Risna Halidi

Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:00 WIB
Diet Keto, Hanya Boleh Dilakukan Maksimal 6 Bulan
Diet ketogenic yang dikenal pula dengan sebutan diet keto, yaitu diet karbohidrat. (Shutterstock)

Suara.com - Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal. Salah satunya dengan menerapkan diet keto yang menekankan pentingnya pola makan rendah karbohidrat namun tinggi lemak.

Tapi menurut ahli gizi, dr. Samuel Oetoro, SpGK, diet keto hanya boleh diterapkan paling lama selama enam bulan saja.

"Menurut penelitian, idealnya hanya tiga sampai enam bulan. Setelah enam bulan, efek samping akan keluar," kata dr. Samuel di Jakarta baru-baru ini.

Efek samping yang dr. Samuel maksud adalah masalah kolesterol tinggi, asam urat tinggi, dan fungsi ginjal yang menurun.

Meski demikian, dr. Samuel setuju bahwa diet keto relatif mampu menurunkan berat badan. Namun bila selama enam bulan berat badan tak kunjung berubah, ia menyarankan untuk beralih menjalani konsep diet mediterania.

"Diet mediterania banyak menggunakan olive oil. Mediteranian bagus, orang Yunani insiden diabetesnya bahkan yang terendah di dunia," tambahnya.

Selanjutnya, dr. Samuel juga menekankan perlunya tes genetik yang diklaim berpengaruh pada sifat, fisik, kesehatan, dan respon tubuh terhadap berbagai macam nutrisi.

Itu juga alasan mengapa diet tertentu akan bekerja dengan cara berbeda pada semua orang tergantung genetiknya.

"Karena bermain sudah pada gen bukan di sel, ada kromosom ada DNA. Di DNA itulah ada gen, jadi sudah bagian yang terkecil dari tubuh kita. Jadi tingkat keberhasilannya, harus berhasil," kata dr. Samuel.

baca juga

Masalahnya, hasil genetik yang didapat perlu 'diterjemahkan' oleh dokter spesialis seperti dokter gizi dalam bentuk makanan. Kalau sudah begitu, akan dilihat apakah makanan A akan memberikan efek pada berat badan (naik/turun/tetap) kepada pemilik gen tertentu.

Selaras dengan pernyataan dr Samuel, Regional Product Executive Prodia, Fakhril Akmal, S.Farm, Apt, mengungkapkan pentingnya mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan ataupun jenis kegiatan fisik yang sesuai melalui pemeriksaan nutrigenomics, salah satu rangkaian pemeriksaan Prodia Genomics.

"Ini cukup dilakukan satu kali seumur hidup, untuk dapat mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai baseline dan guidence untuk melakukan gaya hidup yang sesuai," tutup Fakhril.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Cuma Makan Putih Telur, Artis Korea Ini Akui Dietnya Bikin Menangis

Pernah Cuma Makan Putih Telur, Artis Korea Ini Akui Dietnya Bikin Menangis

Lifestyle | Senin, 12 Agustus 2019 | 12:15 WIB

Diet Vegan atau Pescatarian, Mana yang Lebih Baik?

Diet Vegan atau Pescatarian, Mana yang Lebih Baik?

Health | Sabtu, 10 Agustus 2019 | 05:30 WIB

Yuk Mengenal Diet Pescatarian yang Dilakukan Ed Sheeran

Yuk Mengenal Diet Pescatarian yang Dilakukan Ed Sheeran

Health | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 20:00 WIB

Terkini

Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris

Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB

10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir

10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB

Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986

Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB

AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?

AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB

Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan

Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:32 WIB

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:17 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:09 WIB

AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026

AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 23:00 WIB

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:57 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:41 WIB

×