Waduh, Ternyata Mejeng di Media Sosial Bisa Picu Depresi

RR Ukirsari Manggalani, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 14 Agustus 2019 | 08:46 WIB
Waduh, Ternyata Mejeng di Media Sosial Bisa Picu Depresi
Ilustrasi media sosial Instagram (Shutterstock).

Suara.com - Di zaman digital yang serba cepat, membuat 3 dari 4 orang Indonesia mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu, dan hal ini bisa berimbas pada kesehatan, seperti disebutkan hasil penelitian PermataBank di tiga kota besar Indonesia.

Mirisnya era perubahan besar karena teknologi ini mengurangi tingkat keakraban sesama. Terbukti hampir 70 persen orang menggunakan smartphone saat makan bersama keluarga, sehingga kehangatan memudar, dan bisa berdampak dengan tingginya angka depresi.

Ilustrasi selfie. (Shutterstock)
Ilustrasi selfie [Shutterstock].

"Sebab, di situ terlihat ada finding (penemuan) Instagram yang memberikan dampak mental dan kesehatan yang sangat berpengaruh, karena apa-apa harus upload ke Instagram untuk eksistensi, karenanya orang yang gunakan sosial media cenderung lebih depresi," ujar Glenn Ranti selaku Head of Marketing Communications PermataBank, Pacific Place, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).

Riset itu juga menyebutkan setidaknya 70 persen masyarakat Indonesia, khususnya anak muda menggunakan media sosial tujuh jam dalam sehari, karena mengikuti tren media sosial. Namun dari segi pendapatan belum kesampaian, sehingga ia akan depresi. Bahkan realitas sosial hingga family time bisa terganggu.

"Social giftnya atau berbagi terhadap sesama juga berpengaruh, di saat pendapatan sendiri nggak cukup gimana bisa share untuk orang lain," tuturnya.

Tidak hanya itu, era distrupsi teknologi juga menggeser esensi berlibur atau traveling. Jika dulu benar-benar mendambakan ketenangan alam yang sejuk, tenang dan damai, kini esensi berlibur bisa menjadi sebuah investasi untuk dipublikasikan di media sosial.

"Kalau lihat traveling zaman dulu menikmati dengan suasana dan keluarga, traveling sekarang itu sebagai investasi. Untuk dapatkan siapa jati diri mereka, menikmati pemandangan foto dulu, angle paling bagus dari mereka, lihat berapa like and komen di sosial, itu yang dilihat sebagai investasi," jelasnya.

Karenanya tidak heran, dengan semakin banyaknya sosial media yang dimiliki, akan semakin banyak pula tuntutan yang hadir. Ini jugalah yang pemicu tingkat depresi semakin tinggi.

"Orang yang pakai tujuh lebih sosial media kena risiko anxiety dan depression tiga kali lipat lebih besar," tutup Glenn Ranti.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudahnya, Hanya Modal Selfie Bisa Periksa Tekanan Darah!

Mudahnya, Hanya Modal Selfie Bisa Periksa Tekanan Darah!

Health | Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:00 WIB

Demi Selfie, Remaja Ini Tewas Tersetrum Saat Panjat SUTET

Demi Selfie, Remaja Ini Tewas Tersetrum Saat Panjat SUTET

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 17:46 WIB

Stop, Jangan Ambil Foto di 5 Destinasi Wisata Ini Lagi

Stop, Jangan Ambil Foto di 5 Destinasi Wisata Ini Lagi

Lifestyle | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 15:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×