Tak Hanya pada Anak, Dermatitis Atopik Juga Serang Orang Dewasa dan Lansia

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:50 WIB
Tak Hanya pada Anak, Dermatitis Atopik Juga Serang Orang Dewasa dan Lansia
Tak Hanya pada Anak, Dermatitis Atopik Juga Serang Orang Dewasa dan Lansia [Ilustrasi by shutterstock]

Suara.com - Tak Hanya pada Anak, Dermatitis Atopik Juga Serang Orang Dewasa dan Lansia.

Masalah kulit Dermatitis Atopik (DA) tidak hanya dapat menjangkiti bayi dan anak-anak yang memiliki kulit sensitif. Lebih dari itu, DA yang juga merupakan penyakit kulit kronis tersebut ternyata dapat menyerang semua umur dari bayi sampai dengan lansia lintas jenis kelamin. 

Menurut data World Allergy Organization sendiri, prevalensi penderita DA pada anak lebih tinggi dari orang dewasa dengan presentase sebesar 5-30% pada anak dan 1-10% pada orang dewasa dari seluruh populasi dunia. 

Ditemui dalam acara Seminar Media bertajuk 'Waspadai Dermatitis Atopik Serang Semua Umur dan Jenis Kelamin' di Jakarta, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDV mengatakan bahwa DA merupakan penyakit kulit yang diturunkan secara herediter sehingga tidak mengenal terminologi 'sembuh', melainkan 'terkontrol'.

Seminar kesehatan [Suara.com/Dini]
Seminar kesehatan Waspadai Dermatitis Atopik Serang Semua Umur dan Jenis Kelamin [Suara.com/Risna]

"DA dapat dicetuskan oleh banyak faktor, antara lain cuaca panas, perubahan cuaca, keringat yang banyak, debu, daya tahan menurun, stress dan gigitan seranggga. Secara umum penderita DA cenderung memiliki kulit yang cenderung kering, dan gejala utama pada penderita DA adalah merah dan gatal, sehingga sering disebut dengan istilah eczema atau eksim," kata dokter sekaligus CEO Klinik Pramudia tersebut di Jakarta, Rabu, (14/8/2019).

Tentang DA pada dewasa dan manula, dr. Ronny Handoko, SpKK, Spesialis Kulit senior mengatakan umumnya faktor risiko yang menyebabkan DA pada dewasa dan manula adalah udara panas, sinar matahari, keringat tubuh, debu yang berlebih, bahan pakaian polyester dan wool, jenis kelembaban sabun, stress, pre-menstrual, makanan tertentu, bahan ditergent yang digunakan, dan menggunakan sesuatu dari bahan logam imitasi, karet dan plastik.

"Pada prinsipnya, pasien dewasa dan manula akan merasakan gejala dan lokasi luka yang sama. Gejala utamanya berupa gatal kronis dengan variasi ringan sampai berat yang menimbulkan ruam dan dapat ditemukan dimuka, leher, punggung, tungkai, lipatan lengan. Hal ini tentunya sangat mengganggu bagi kehidupan sosial karena akan menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman bagi pasien, bahkan dapat menumbuhkan rasa minder karena luka yang ditimbulkan," jelasnya. 

Untuk itu baik dr. Anthony maupun dr. Ronny menekankan pentingnya peran keluarga atau pengasuh yang memahami kondisi pasien DA untuk memastikan rutinitas pasien tetap higenis.

"Segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit sedini mungkin bila anak Anda atau orang di sekeliling Anda memiliki keluhan gatal dan merah yang berulang (kronis) dan memiliki gejala penyerta lainnya seperti bersin-pada pagi hari, mata bengkak, dan keluhan asma, agar mendapatkan pengobatan DA dan perawatan DA yang tepat," tutup dr. Anthony.
 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indadari Pernah Sakit Kulit Psoriasis, Makanan Ini Sebaiknya Dihindari!

Indadari Pernah Sakit Kulit Psoriasis, Makanan Ini Sebaiknya Dihindari!

Health | Kamis, 25 Juli 2019 | 14:55 WIB

Jangan Dibuang, Ramuan Teh dari Tanaman ini Bisa Atasi Masalah Kulit!

Jangan Dibuang, Ramuan Teh dari Tanaman ini Bisa Atasi Masalah Kulit!

Health | Rabu, 10 Juli 2019 | 13:50 WIB

Efek Samping Ekstensi Bulu Mata, Terkena Eksim hingga Infeksi

Efek Samping Ekstensi Bulu Mata, Terkena Eksim hingga Infeksi

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 17:05 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB