Studi Ungkap Bahaya Polusi Udara Seperti Merokok Sebungkus Sehari

Vika Widiastuti Suara.Com
Jum'at, 16 Agustus 2019 | 06:50 WIB
Studi Ungkap Bahaya Polusi Udara Seperti Merokok Sebungkus Sehari
Kondisi udara di Jakarta pada 30 Agustus 2018. [Shutterstock]

Suara.com - Polusi udara di kota-kota besar, seperti Jakarta kian mengkhawatirkan. Selain memengaruhi kualitas hidup, polusi udara bisa berakibat buruk pada kesehatan fisik, kecantikan, hingga kesehatan mental.

Bahkan menurut studi baru, polusi udara bisa menyebabkan kerusakan sama seperti merokok satu bungkus sehari. Polusi udara meningkatkan risiko orang mengalami penyakit paru-paru sama seperti merokok satu bungkus sehari.

Temuan ini juga sempat membuat peneliti terkejut. "Kami terkejut melihat seberapa kuat dampak polusi udara pada perkembangan emfisema saat pemindaian paru-paru sama seperti efek dari merokok," terang Joel Kaufman, Profesor di University of Washington.

Emfisema merupakan keadaan di mana jaringan di paru-paru hancur secara bertahap dan menyebabkan mengi, batuk, sesak napas, dan meningkatkan risiko kematian. Menurut para peneliti, jika Anda tinggal di daerah dengan kadar ozon yang meningkat, para peneliti menemukan adanya peningkatan emfisema kira-kira setara dengan merokok sebungkus sehari selama 29 tahun.

Dilansir dari thehealthsite, hubungan jangka panjang antara paparan polusi udara dengan peningkatan emfisema diterbitkan dalam jurnal JAMA. Studi yang dilakukan 18 tahun dan melibatkan 7.000 orang ini meliputi pemeriksaan terperinci terhadap polusi udara pada tahun 2000 hingga 2018 di enam wilayah metropolitan di seluruh Amerika Serikat.

Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)
Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)

"Sepengetahuan kami, ini adalah studi longitudinal pertama yang menilai hubungan antara paparan jangka panjang polusi udara terhadap perkembangan emfisema dalam kelompok besar, berbasis komunitas, multi etnis," terang Meng Wang, Asisten Profesor di University at Buffalo.

Sementara, sebagian besar polusi udara menurun berkat upaya untuk mengatasinyanya, ozon telah meningkat menurut peneliti. Ozon di permukaan bumi sebagian besar dihasilkan ketika sinar ultraviolet bereaksi dengan polutan dan bahan bakar fosil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI