Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?

Ade Indra Kusuma

Selasa, 20 Agustus 2019 | 07:56 WIB
Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?
Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?(Shutterstock)

Suara.com - Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?

Penyakit kanker menjadi penyakit tidak menular yang mematikan di Indonesia, salah satu perawatan pasien dengan penyakit ini adalah kemoterapi. 

Pengobatan kanker tradisional seperti kemoterapi, radiasi atau keduanya. Tapi kemo dan radiasi selain membunuh sel-sel ganas, juga membunuh sel-sel sehat, dan efek sampingnya sangat mengganggu.

Terkadang pembedahan adalah pilihan terbaik. Tapi kebanyakan orang juga menjalani gabungan antara kemo dan radiasi, setelah pembedahan.

Pada umumnya, pengobatan kanker menjadi lebih tepat sasaran. Misalnya, perempuan dengan kanker payudara stadium awal bisa menjalani radiasi terfokus setelah tumornya diangkat.

Dengan terapi tersebut, sinar radiasi yang lemah menyorot dari berbagai sudut, dan hanya mengenai titik-titik dimana kanker-kanker sel mungkin berkumpul setelah pembedahan, bukannya mengenai seluruh bagian payudara.

"Pengobatan lima hari hasilnya sama baiknya dengan radiasi seluruh bagian payudara selama empat sampai enam minggu," papar Dr. Julia White dari Pusat Kanker Komprehensif Universitas Ohio seperti mengutip VOAIndonesia yang memeriksa hasil kedua metode itu.

Fasilitas pemrosesan sel di Pusat Riset Kanker Fred Hutchinson di mana para ahli merancang pengobatan imunoterapi sel yang disesuaikan dengan kondisi pasien, di Seattle, Washington, 29 Maret 2017.

Pengobatan terfokus lainnya adalah menggunakan sistem kekebalan tubuh atau imunoterapi untuk melawan kanker. Dr. William Nelson dari Johns Hopkins Medicine mengatakan imunoterapi akan menjadi standar pengobatan baru.

baca juga

"Sekarang sudah cukup jelas bahwa sistem kekebalan melihat sel-sel kanker sebagai sesuatu yang abnormal. Bila digunakan, kekuatan sistem kekebalan bisa menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker dengan cara yang membantu," ujar Nelson.

Pengobatan lain meliputi uji coba pembuatan komposisi sel-sel kanker secara genetika dan menggunakan obat yang dirancang untuk membunuh sel-sel itu saja. Dr. Marcia Brose dari Pusat Kanker Abramson, Universitas Pennsylvania adalah pakar teknik yang disebut uji coba genomik dan pengobatan tepat sasaran.

"Pengobatan tepat sasaran pada intinya adalah menarget sel-sel yang menjadi cikal bakal kanker," kata Brose menjelaskan.

Brose berbicara melalui Skype. Setiap kanker pasien unik, seperti DNA mereka. Mengetahui komposisi kanker bisa membantu para dokter untuk menentukan pengobatan yang paling cocok.

Para spesialis kanker mengatakan terapi sasaran, entah itu radiasi sebagian, imunoterapi atau uji coba genomik, yang diikuti dengan pengobatan tepat sasaran, menjadi metodelogo rujukan kekinian untuk pengobatan kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikira Dokter Gejala PMS, Ternyata Wanita ini Derita Kanker Otak 6 Tahun!

Dikira Dokter Gejala PMS, Ternyata Wanita ini Derita Kanker Otak 6 Tahun!

Health | Senin, 19 Agustus 2019 | 14:03 WIB

3 Berita Kesehatan Menarik: Bahaya Sering Suntik Silikon seperti Mpok Atiek

3 Berita Kesehatan Menarik: Bahaya Sering Suntik Silikon seperti Mpok Atiek

Health | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 07:38 WIB

Benarkah Akar Bajakah Bisa Jadi Obat Kanker? Ini Respons Peneliti FKUI

Benarkah Akar Bajakah Bisa Jadi Obat Kanker? Ini Respons Peneliti FKUI

Health | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 07:15 WIB

Terkini

Selat Hormuz Bakal Jadi 'Neraka Dunia', Ranjau Tanker Siap Meledak Kapan Saja

Selat Hormuz Bakal Jadi 'Neraka Dunia', Ranjau Tanker Siap Meledak Kapan Saja

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:10 WIB

Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!

Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:10 WIB

Siapa itu Sudaryono Kepala BGN? Ini Profil, Silsilah Keluarga, dan Kekayaannya

Siapa itu Sudaryono Kepala BGN? Ini Profil, Silsilah Keluarga, dan Kekayaannya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:10 WIB

4 HP Midrange Samsung Terbaru 2026 dari Paling Murah hingga Spek Mirip Flagship

4 HP Midrange Samsung Terbaru 2026 dari Paling Murah hingga Spek Mirip Flagship

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:08 WIB

BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting pada Hari Anak Nasional

BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting pada Hari Anak Nasional

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:06 WIB

MUI Usul Zakat Jadi Kredit Pajak, Bos DJP: Harus Berlaku Adil untuk Semua Umat Beragama

MUI Usul Zakat Jadi Kredit Pajak, Bos DJP: Harus Berlaku Adil untuk Semua Umat Beragama

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:05 WIB

FIGC Rela Jebol Rekening Demi Rekrut Pep Guardiola Latih Timnas Italia

FIGC Rela Jebol Rekening Demi Rekrut Pep Guardiola Latih Timnas Italia

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB

Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak

Memaknai Hari Anak Nasional: Pesantren Sebagai Ruang Tumbuh Karakter Anak

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB

JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Dunia

JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Dunia

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB

Jebakan Scrolling: Saat Media Sosial Mengambil Ruang bagi Kreativitas Kita

Jebakan Scrolling: Saat Media Sosial Mengambil Ruang bagi Kreativitas Kita

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:00 WIB

×