alexametrics

Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?

Ade Indra Kusuma
Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?
Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?(Shutterstock)

Kebanyakan orang juga menjalani gabungan antara kemo dan radiasi, setelah pembedahan.

Suara.com - Imunoterapi atau Kemoterapi, Mana yang Ampuh dalam Perawatan Kanker?

Penyakit kanker menjadi penyakit tidak menular yang mematikan di Indonesia, salah satu perawatan pasien dengan penyakit ini adalah kemoterapi. 

Pengobatan kanker tradisional seperti kemoterapi, radiasi atau keduanya. Tapi kemo dan radiasi selain membunuh sel-sel ganas, juga membunuh sel-sel sehat, dan efek sampingnya sangat mengganggu.

Terkadang pembedahan adalah pilihan terbaik. Tapi kebanyakan orang juga menjalani gabungan antara kemo dan radiasi, setelah pembedahan.

Baca Juga: Benarkah Akar Bajakah Bisa Jadi Obat Kanker? Ini Respons Peneliti FKUI

Pada umumnya, pengobatan kanker menjadi lebih tepat sasaran. Misalnya, perempuan dengan kanker payudara stadium awal bisa menjalani radiasi terfokus setelah tumornya diangkat.

Dengan terapi tersebut, sinar radiasi yang lemah menyorot dari berbagai sudut, dan hanya mengenai titik-titik dimana kanker-kanker sel mungkin berkumpul setelah pembedahan, bukannya mengenai seluruh bagian payudara.

"Pengobatan lima hari hasilnya sama baiknya dengan radiasi seluruh bagian payudara selama empat sampai enam minggu," papar Dr. Julia White dari Pusat Kanker Komprehensif Universitas Ohio seperti mengutip VOAIndonesia yang memeriksa hasil kedua metode itu.

Fasilitas pemrosesan sel di Pusat Riset Kanker Fred Hutchinson di mana para ahli merancang pengobatan imunoterapi sel yang disesuaikan dengan kondisi pasien, di Seattle, Washington, 29 Maret 2017.

Pengobatan terfokus lainnya adalah menggunakan sistem kekebalan tubuh atau imunoterapi untuk melawan kanker. Dr. William Nelson dari Johns Hopkins Medicine mengatakan imunoterapi akan menjadi standar pengobatan baru.

Baca Juga: Sembuhkan Kanker Payudara, Jokowi Kepincut 2 Siswi Penemu Ramuan Bajakah

"Sekarang sudah cukup jelas bahwa sistem kekebalan melihat sel-sel kanker sebagai sesuatu yang abnormal. Bila digunakan, kekuatan sistem kekebalan bisa menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker dengan cara yang membantu," ujar Nelson.

Komentar