Peneliti Temukan Tes Darah untuk Prediksi Kematian Orang, Begini Caranya!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 25 Agustus 2019 | 06:25 WIB
Peneliti Temukan Tes Darah untuk Prediksi Kematian Orang, Begini Caranya!
Ilustrasi tes darah. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menemukan tes darah terbaru yang bisa memprediksi kematian seseorang dalam beberapa tahun sebelumnya. Peneliti pun mengklaim hasil prediksi tes darah ini 80 persen akurat.

Tim peneliti di Jerman pun telah mengembangkan tes terobosan baru ini yang memperkirakan kematian seseorang. Mereka berpendapat tes darah ini bisa digunakan untuk memperingatkan orang-orang sebelum kematiannya.

Dengan begitu, orang akan mengetahui berapa lama sisa waktunya bertahan hidup dan bisa mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat.

Tes ini juga sudah dibuktikan dengan mengambil sampel darah dari 44 ribu orang. Lantas para ilmuwan menganalisis 14 faktor yang memengaruhi risiko kematian seseorang, seperti kekebalan tubuh, kadar glukosa, peradangan dan sirkulasi lemak.

Melalui informasi yang dikumpulkan, mereka bisa memprediksi kematian seseorang dalam dua hingga 16 tahun ke depan dengan akurasi sebesar 83 persen.

Para peneliti dari Institut Max Planck juga ikut membuktikan tes ini dengan menganalisis ribuan darah orang dewasa yang berkisar usia 18-109 tahun.

Ilustrasi hantu. (Shutterstock)
Ilustrasi hantu. (Shutterstock)

Mereka menguji dari faktor konvensional kematian, seperti BMI, tekanan darah, kebiasaan merokok dan lainnya. Setelah itu, digunakan biomarker dan tes darah baru.

Peneliti mengukur tingkat risiko kematian dini seseorang menggunakan skor dari -2 hingga 3. Hasilnya, semakin tinggi angka skornya makan semakin besar risiko orang mengalami kematian dini.

Tes lanjutan selama 2 hingga 16 tahun berikutnya menemukan bahwa lebih dari 5 ribu peserta telah meninggal dunia.

baca juga
Ilustrasi kematian seseorang. (Pixabay/reidy68)
Ilustrasi kematian seseorang. (Pixabay/reidy68)

Terkait tes darah ini, artinya dokter bisa menggunakannya untuk memprediksi berapa lama sisan waktu hidup pasiennya. Tetapi, masih sangat sulit jika dokter ingin memprediksi risiko kematian seseorang pada 10 tahun yang datang.

Harapannya, tes ini bisa membantu tim medis meningkatkan perawatan yang tepat untuk pasien. Hal itu karena setidaknya tim medis sudah mengetahui kondisi kesehatan pasien yang akan datang.

"Tes ini merupakan penanda kerentanan kesehatan fisik seseorang. Sebab, tes ini bisa memperkirakan berapa lama mereka bertahan hidup dan menunjukkan kerentanan fisiknya. Sehingga mereka bisa mengetahuinya dan berkesempatan mengubah gaya hidup lebih baik," kata peneliti Joris Deelen, dikutip dari Fox News.

Para ahli menyebut penemuan ini sebagai langkah yang menyenangkan dan mempermudah tim medis. Meskipun begitu, penelitian ini masih perlu dikaji lebih dalam sebelum digunakan dalam kehidupan nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Bubble Tea 3 Kali Sehari, Pria 20 Tahun Alami Penyumbatan Usus

Minum Bubble Tea 3 Kali Sehari, Pria 20 Tahun Alami Penyumbatan Usus

Health | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 14:15 WIB

Cegah Kematian Anak, Ini Tiga Langkah Penanganan Penyakit Pneumonia

Cegah Kematian Anak, Ini Tiga Langkah Penanganan Penyakit Pneumonia

Health | Senin, 19 Agustus 2019 | 07:05 WIB

Tidur Seranjang dengan Orangtua, Bayi Ini Mati Tertindih Bantal

Tidur Seranjang dengan Orangtua, Bayi Ini Mati Tertindih Bantal

Health | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 12:49 WIB

Viral Balita Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Tanpa Minum, Ini Bahaya Dehidrasi!

Viral Balita Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Tanpa Minum, Ini Bahaya Dehidrasi!

Health | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:39 WIB

Terkini

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:57 WIB

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:55 WIB

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 10:54 WIB

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:52 WIB

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

×