Viral Balita Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Tanpa Minum, Ini Bahaya Dehidrasi!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 09:39 WIB
Viral Balita Peluk Jenazah Ayah 3 Hari Tanpa Minum, Ini Bahaya Dehidrasi!
Ilustrasi bayi usia satu tahun dehidrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang bayi usia 14 bulan yang ditemukan tengah memeluk jenazah ayahnya di dalam rumah terkunci menggegerkan warga Jember, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). Pasalnya, balita 1,2 tahun itu menemani jenazah ayahnya selama 3 hari tanpa makan dan minum.

Tetapi, balita tersebut bisa bertahan hidup meskipun ditemukan dalam kondisi memprihatikan. Warga menemukan dengan kulit jenazah ayahnya yang sudah membusuk menempel di pipi dan wajahnya.

Warga menemukan mereka ketika mendengar suara tangisan balita 1,2 tahun ini. Umi Kalsum, bidan setempat pun langsung menyelamatkan sang bayi yang sudah tidak makan dan minum selama 3 hari.

"Anak ini saya beri air gula karena dehidrasi. Ia sempat muntah dan langsung dimandikan oleh suami saya. Setelah itu saya beri susu karena dia lapar," ungkap Umi Kalsum.

Dehidrasi adalah suatu kondisi ketika tubuh kehilangan air setiap hari. Tentu saja kondisi ini berpotensi sangat berbahaya, terutama dalam kasus bayi dan balita.

Ilustrasi balita akrab dengan orang asing di bandara.(Pexels/rawpixel)
Ilustrasi balita bersama ayahnya (Pexels/rawpixel)

Melansir dari Star2, dehidrasi yang parah bisa menyebabkan kematian. Dehidrasi terjadi karena kehilangan air dan elektrolit yang berlebihan dari tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memiliki data yang menunjukkan dehidrasi, terutama yang disebabkan oleh diare menjadi penyebab terbesar kematian anak-anak di seluruh dunia.

Oleh karena itu, jika anak Anda mengalami dehidrasi ringan hingga sedang. Anda harus segera mengobati dehidrasi anak sebelum berakibat fatal.

Ilustrasi ayah baru. (Unsplash/Picsea)
Ilustrasi ayah bersama anak bayi. (Unsplash/Picsea)

Anda juga harus segera mengunjungi dokter jika kondisi dehidrasi anak semakin parah. Adapun tanda-tanda fisik berikut yang harus diwaspadai antara lain:

  1. Bernapas cepat
  2. Peningkatan denyut jantung
  3. Kelesuan atau kelemahan
  4. Kegelisahan atau mudah marah
  5. Mata cekung

Selalu waspada saat anak Anda menunjukkan gejala dehirasi, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Balita Peluk Jasad Ayah, Tetangga Tak Melihat Ada Keanehan Sebelumnya

Kisah Balita Peluk Jasad Ayah, Tetangga Tak Melihat Ada Keanehan Sebelumnya

Jatim | Kamis, 15 Agustus 2019 | 21:00 WIB

Viral ART Cekoki Bayi Obat Citirizine Agar Tertidur, Apa Fungsi Sebenarnya?

Viral ART Cekoki Bayi Obat Citirizine Agar Tertidur, Apa Fungsi Sebenarnya?

Health | Kamis, 15 Agustus 2019 | 19:50 WIB

Dehidrasi Jangan Dianggap Remeh, Bisa Sebabkan Kerusakan Otak!

Dehidrasi Jangan Dianggap Remeh, Bisa Sebabkan Kerusakan Otak!

Health | Kamis, 15 Agustus 2019 | 17:55 WIB

Istri Ajun Perwira Program Hamil di Usia 48 Tahun, Apa Risikonya?

Istri Ajun Perwira Program Hamil di Usia 48 Tahun, Apa Risikonya?

Health | Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB