Ini Waktu Terbaik Mengecek Gula Darah bagi Diabetesi

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Senin, 26 Agustus 2019 | 14:30 WIB
Ini Waktu Terbaik Mengecek Gula Darah bagi Diabetesi
Ilustrasi tes gula darah. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Ini Waktu Terbaik Mengecek Gula Darah bagi Diabetesi.

Orang dengan diabetes cukup melekat dengan alat tes gula darah. Kadar glukosa dalam darah yang tak dapat dihitung secara kasat mata, membuat mereka dan juga kita yang hidup bersama mereka membutuhkan alat bantu tersebut.

Orang dengan diabetes, atau disebut juga dengan diabetesi, tidak memiliki kemampuan yang baik dalam proses metabolisme glukosa menjadi energi. Akibatnya glukosa yang masuk melalui makanan tidak terserap tubuh dan bebas bergerak dalam aliran darah, mengakibatkan tingginya kadar glukosa dalam darah. Banyaknya kadar glukosa yang berada dalam darah akan mendatangkan berbagai macam penyakit dan komplikasi.

Diabetes berbeda dengan penyakit lainnya. Jika penyakit lain cukup dengan disembuhkan dengan menjalani pengobatan, tidak dengan diabetes. Diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan dengan menjaga agar kadar gula darah tetap berada pada batas normal. Pengendaliannya merupakan kombinasi antara obat-obatan yang diresepkan dokter serta kedisiplinan diabetesi dalam menjalani kehidupannya secara sehat.

Penderita diabetes biasanya akan diminta untuk melakukan cek gula darah secara rutin setelah didiagnosis diabetes. Hal ini bertujuan untuk melihat pengobatan diabetes yang Anda jalani bekerja dalam tubuh. Anda mungkin saja diminta untuk melakukan cek gula darah beberapa kali dalam sehari.

Melalui cek gula darah mandiri, Anda juga dapat menilai seberapa baik tubuh Anda merespons pengobatan yang diberikan, memahami jenis olahraga dan makanan apa saja yang dapat memengaruhi gula darah. Dengan mengetahui tinggi rendahnya kadar gula darah, Anda dapat melakukan langkah antisipasi.

Pasien dengan diabetes tipe 1 dapat direkomendasikan oleh dokter untuk melakukan pengecekan 10 kali dalam sehari. Anda dapat melakukan sebelum makan dan mengonsumsi makanan ringan, sebelum dan setelah olahraga, sebelum tidur, dan terkadang pada malam hari.

Pasien dengan diabetes tipe 2 yang sudah melakukan terapi insulin mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan pengecekan beberapa kali dalam sehari bergantung tipe dan jumlah insulin yang diberikan. Waktu terbaik untuk melakukan cek gula darah mandiri untuk memantau keadaan Anda adalah pada saat bangun tidur, sebelum dan sesudah makan, dan sebelum tidur.

Jika pengobatan yang sedang Anda jalani menyebabkan Anda mengalami hipoglikemia, Anda harus melakukan cek mandiri sebelum melakukan beberapa hal berikut dilansir Hello Sehat:

Mengemudi
Melakukan aktivitas berat
Menggunakan benda yang membutuhkan kewaspadaan
Jika Anda ingin melakukan tes gula darah mandiri untuk alasan umum dan bukan untuk mengubah dosis insulin yang Anda butuhkan, seperti untuk mengetahui bagaimana tubuh Anda mengontrol gula darah, waktu terbaik untuk mengecek gula darah Anda adalah dengan melakukan pengecekan setiap hari pada waktu yang sama selama beberapa waktu tertentu.

Dengan melakukan tes gula darah mandiri secara rutin, Anda dapat menghindarkan diri Anda dari risiko-risiko yang mungkin muncul akibat pengobatan, seperti hipoglikemia atau hiperglikemia.

Mengecek gula darah di waktu yang tepat dan benar secara rutin, dokter Anda juga mampu memberikan pengobatan terbaik bagi Anda dan mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi. Jadi penting lakukan cek mandiri gula darah dengan mengikuti ketentuan di atas ya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gula Darah Nunung Srimulat Naik, 6 Makanan Ini Bisa Mengatasinya

Gula Darah Nunung Srimulat Naik, 6 Makanan Ini Bisa Mengatasinya

Health | Rabu, 21 Agustus 2019 | 19:14 WIB

Diabetesi Bingung Cari Makanan Ganjal Perut, Ini 5 Camilan Sehat yang Pas

Diabetesi Bingung Cari Makanan Ganjal Perut, Ini 5 Camilan Sehat yang Pas

Lifestyle | Senin, 29 Juli 2019 | 15:37 WIB

Terlalu Sering Minum Bubble Tea, Siswa 16 Tahun Ini Nyaris Tewas

Terlalu Sering Minum Bubble Tea, Siswa 16 Tahun Ini Nyaris Tewas

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB