Cegah Penyakit Jantung, 9 Makanan Ini Bisa Bersihkan Plak di Pembuluh Darah

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 04 September 2019 | 09:28 WIB
Cegah Penyakit Jantung, 9 Makanan Ini Bisa Bersihkan Plak di Pembuluh Darah
Ilustrasi jantung dan pembuluh darah (Shutterstock).

Suara.com - Pembuluh darah arteri berfungsi membawa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke setiap sel di tubuh. Bayangkan jika arteri yang sedemikian penting tersumbat, berbagai masalah kesehatan sudah dipastikan akan terjadi pada tubuh, lantaran tak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi.

Makanan tinggi lemak jenuh, gula olahan dan bahan kimia, merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan, serta kurang olahraga, adalah faktor-faktor yang menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Kondisi ini disebut arteriosklerosis - penebalan dinding arteri akibat penumpukan plak, dan merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Lalu, bisakah sumbatan di arteri dibersihkan? Dilansir dari WebMD, perubahan gaya hidup, termasuk apa yang Anda makan, dapat mencegah kerusakan parah pada arteri yang tersumbat. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa sumbatan pada arteri akan berkurang setelah satu tahun Anda mengubah gaya hidup, dan arteri akan kembali sehat (tanpa sumbatan) setelah 5 tahun.

Mau tahu makanan terbaik yang dapat membantu membersihkan pembuluh darah arteri dan mencegah terbentuknya plak? Ini dia 11 daftar makanan untuk membersihkan plak di arteri, seperti dilansir dari Healthy and Natural World.

1. Delima
Buah delima dapat mencegah pengerasan arteri dan bahkan membersihkan plak yang sudah terbentuk. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition memberikan bukti bahwa jus delima memiliki efek antiatherogenik yang kuat. Dengan kata lain, jus delima dapat melindungi terhadap pembentukan timbunan lemak di dalam dinding arteri. Hal ini terkait dengan kandungan antioksidan yang dimiliki delima.

2. Ikan berminyak
Ikan berminyak membantu menjaga arteri Anda tetap bersih. Ikan salmon, tuna, dan herring, semuanya merupakan ikan yang mengandung asam lemak omega-3, yang merupakan sumber lemak baik dan mencegah pembentukan plak yang menyumbat di arteri. Menurut studi di Harvard Medical School, makan ikan terkait dengan rendahnya angka serangan jantung.

3. Buah beri
Buah beri dapat mencegah penyakit kardiovaskular dan pengapuran pada pembuluh darah arteri. Ini karena buah beri mengandung flavonoid (antioksidan alami), yang mencegah munculnya kolesterol jahat. Menurut jurnal medis Nutrients, flavonoid dapat membantu mencegah penyakit jantung dan melindungi dinding arteri. Beberapa contoh buah beri yang berkhasiat di antaranya stroberi, ceri, dan cranberry.

4. Bawang putih
Bawang putih telah lama dikenal sebagai pelindung jantung, karena efeknya yang dapat membantu menjaga arteri tetap bersih dan membantu mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Untuk mendapatkan efek obat, Anda bisa mengonsumsi satu sampai dua siung bawang putih mentah cincang. Sedangkan jika Anda lebih memilih suplemen bawang putih, cari yang memiliki jumlah allicin tinggi. Allicin merupakan bahan aktif pada bawang putih.

5. Apel
Apel mengandung pektin (serat larut) yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, serta mineral kalium dan magnesium yang membantu mengendalikan tekanan darah. Magnesium juga membantu mencegah penumpukan plak di arteri.

6. Bayam
Bayam kaya akan vitamin A dan C yang membantu mengurangi risiko aterosklerosis atau penyumbatan plak di arteri. Bayam juga kaya vitamin C yang menurut suatu studi, kekurangan vitamin C dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyakit jantung.

7. Minyak zaitun
Minyak zaitun membantu mencegah penyumbatan arteri. Studi juga menunjukkan bahwa minum satu atau 2 sendok makan minyak zaitun murni setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Menurut penelitian, Anda hanya perlu mengonsumsi 40 ml minyak zaitun setiap minggu untuk melindungi arteri dan mencegah penyakit jantung.

8. Tomat
Tomat mengandung antioksidan kuat yang mencegah oksidasi kolesterol LDL dan menjaga arteri Anda tetap bersih. Tomat juga sumber makanan yang kaya likopen, beta-karoten, folat, kalium, vitamin C, flavonoid, dan vitamin E. Konsumsi tomat secara teratur dapat mengurangi risiko arteriosklerosis hingga 50%.

9. Teh hijau
Flavonoid dalam teh hijau adalah antioksidan kuat. Menurut sebuah penelitian medis, minum beberapa cangkir teh hijau setiap hari dikaitkan dengan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Teh hijau berkualitas baik juga akan mencegah pengapuran dan membantu menjaga lapisan pembuluh darah tetap sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Sebut Vaksin Flu Bisa Cegah Penyakit Jantung dan Stroke

Penelitian Sebut Vaksin Flu Bisa Cegah Penyakit Jantung dan Stroke

Health | Rabu, 04 September 2019 | 05:00 WIB

Jangan Dikasih Balsem, Pegal Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung

Jangan Dikasih Balsem, Pegal Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung

Health | Senin, 02 September 2019 | 10:21 WIB

Gara-Gara Musim Flu, Risiko Penyakit Jantung Meningkat di Australia

Gara-Gara Musim Flu, Risiko Penyakit Jantung Meningkat di Australia

Health | Minggu, 01 September 2019 | 10:53 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB