Didorong oleh Anak Lain di Tempat Bermain, Tangan Bocah 4 Tahun Patah

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Didorong oleh Anak Lain di Tempat Bermain, Tangan Bocah 4 Tahun Patah
Ilustrasi penderita patah tulang. (Shutterstock)

Orang tua dari anak yang mendorong korban menolak bertanggung jawab.

Suara.com - Sudah sepantasnya orang tua atau orang dewasa mengawasi anak-anak ketika bermain agar dapat mencegah cedera.

Seorang anak berusia 4 empat tahun mengalami patah tulang parah di tangan kirinya akibat terjatuh saat bermain di tempat permainan anak di pusat perbelanjaan.

Berdasarkan Oriental Daily via World of Buzz, insiden ini terjadi pada Rabu (4/9/2019) ketika sang anak dan ibunya pergi ke pusat perbelanjaan sekitar pukul 6 sore.

Sang ibu pun mengajak anak kembar mereka untuk bermain di kastil balon.

Sang ibu menceritakan, 10 menit sebelum tangan putranya patah, anak perempuannya sempat menangis dan mengadu bahwa ada anak laki-laki lain yang mengganggu dan mendorongnya.

Melihat putrinya baik-baik saja dan masih ingin bermain, sang ibu pun berpikir itu bukan apa-apa. Ia juga berpesan pada anak lelakinya untuk menjaga saudara kembarnya.

Foto X-ray patah tulang kaki. (Shutterstock)
Foto X-ray patah tulang(Shutterstock)

Tak lama setelah itu, putrinya membawa saudara kembarnya ke arah sang ibu sambil menangis histeris, mengatakan anak lelaki yang menganggunya juga mendorong saudaranya.

Pada saat itu, sang ibu berkata bahwa dia melihat wajah putranya sudah sangat pucat.

Sang ibu pun mencari pelaku untuk menanyakan mengapa dia mendorong anak-anaknya, tetapi anak lelaki yang mendorong mengabaikannya dan terus bermain.

Tidak tahan, sang ibu pun mencari orang tua sang anak untuk meminta penjelasan.

Namun, orang tua anak pelaku mengatakan bahwa itu normal bagi anak-anak untuk sedikit nakal ketika bermain dan menolak untuk bertanggung jawab.

Melihat putranya cedera, sang ibu langsung membawa anaknya ke rumah sakit.

Setelah diperiksa dokter mengatakan siku bocah malang itu patah dan harus dioperasi untuk memperbaikinya.

Sang anak harus menjalani operasi selama dua jam dan perlu menjalani rehabilitasi selama enam bulan untuk memastikan bahwa tidak ada efek samping.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS