Didorong oleh Anak Lain di Tempat Bermain, Tangan Bocah 4 Tahun Patah

Jum'at, 06 September 2019 | 16:55 WIB
Didorong oleh Anak Lain di Tempat Bermain, Tangan Bocah 4 Tahun Patah
Ilustrasi penderita patah tulang. (Shutterstock)

Suara.com - Sudah sepantasnya orang tua atau orang dewasa mengawasi anak-anak ketika bermain agar dapat mencegah cedera.

Seorang anak berusia 4 empat tahun mengalami patah tulang parah di tangan kirinya akibat terjatuh saat bermain di tempat permainan anak di pusat perbelanjaan.

Berdasarkan Oriental Daily via World of Buzz, insiden ini terjadi pada Rabu (4/9/2019) ketika sang anak dan ibunya pergi ke pusat perbelanjaan sekitar pukul 6 sore.

Sang ibu pun mengajak anak kembar mereka untuk bermain di kastil balon.

Sang ibu menceritakan, 10 menit sebelum tangan putranya patah, anak perempuannya sempat menangis dan mengadu bahwa ada anak laki-laki lain yang mengganggu dan mendorongnya.

Melihat putrinya baik-baik saja dan masih ingin bermain, sang ibu pun berpikir itu bukan apa-apa. Ia juga berpesan pada anak lelakinya untuk menjaga saudara kembarnya.

Foto X-ray patah tulang kaki. (Shutterstock)
Foto X-ray patah tulang(Shutterstock)

Tak lama setelah itu, putrinya membawa saudara kembarnya ke arah sang ibu sambil menangis histeris, mengatakan anak lelaki yang menganggunya juga mendorong saudaranya.

Pada saat itu, sang ibu berkata bahwa dia melihat wajah putranya sudah sangat pucat.

Sang ibu pun mencari pelaku untuk menanyakan mengapa dia mendorong anak-anaknya, tetapi anak lelaki yang mendorong mengabaikannya dan terus bermain.

Baca Juga: Beredar Video Siswi SMA Cedera Tulang Belakang Gegara Lelucon Tarik Kursi

Tidak tahan, sang ibu pun mencari orang tua sang anak untuk meminta penjelasan.

Namun, orang tua anak pelaku mengatakan bahwa itu normal bagi anak-anak untuk sedikit nakal ketika bermain dan menolak untuk bertanggung jawab.

Melihat putranya cedera, sang ibu langsung membawa anaknya ke rumah sakit.

Setelah diperiksa dokter mengatakan siku bocah malang itu patah dan harus dioperasi untuk memperbaikinya.

Sang anak harus menjalani operasi selama dua jam dan perlu menjalani rehabilitasi selama enam bulan untuk memastikan bahwa tidak ada efek samping.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI