Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

Ibu Hamil Tidak Boleh Cabut Gigi, Mitos atau Fakta?

Silfa Humairah Utami | Dini Afrianti Efendi
Ibu Hamil Tidak Boleh Cabut Gigi, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi ibu hamil mencabut gigi. (Shutterstock)

Benarkah ibu hamil mencabut gigi berbahaya buat janin?

Suara.com - Ibu Hamil Tidak Boleh Cabut Gigi, Mitos atau Fakta. 

Beragam mitos beredar seputar ibu hamil, dari mulai larangan hingga anjuran. Tapi sayangnya dari sebagian mitos itu adalah mitos jika tidak paham edukasi dari para medis.

Lalu bagaimana dengan larangan mencabut gigi pada ibu hamil, berbahayakah buat janin? mitos atau fakta kalauu ibu hamil tidak boleh mencabut gigi karena berbahaya buat janin. 

Dr.drg.R.M.Sri Hananto Seno,Sp.BM(K).,MM mengatakan mencabut gigi untuk ibu hamil pada dasarnya tidak berbahaya, selama si ibu tidak mengejan dan tidak merespon berlebihan saat gigi dicabut, karena khawatir memicu kontraksi dan bayi akan lahir prematur.

"Itu enggak (benar), itu dikhawatirkan cuma satu sebenarnya, pada saat menahan sakit itu kontraksi, tapi kalau relaksasi nggak masalah walaupun mau lahir tiga hari kemudian," ujar Drg.Hananto Seno di Tennis Indoor Senayan, Jakarta beberapa hari lalu.

Dokter yang konsen di praktik bedah mulut itu memang kerap mencabut gigi pasien, termasuk ibu hamil beberapa hari sebelum melahirkan. Selain sebagai dokter ia akan meminimalisir rasa sakit, ia juga mengedukasi pasien untuk tenang dan tidak mengejan.

"Pokoknya tenang setenang-tenangnya, yang penting bagaimana mengobati tidak sakit, mencabut tidak sakit. Kalau tidak sakit semua berjalan normal," imbuhnya.

Mitos ini merebak, karena kebanyakan dokter gigi enggan mengambil risiko mencabut gigi pasien yang sedang hamil. Namun kata dokter yang juga Ketua Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) itu, dokter gigi mendapat arahan untuk tidak mencabut di fase kehamilan trisemester pertama dan ketiga.

"Kebanyakan kan begitu janganlah cabut gigi pada usia kehamilan trisemester pertama, karena apa, karena janin belum cekat dalam kandungan jadi janin akan keluar," ungkapnya.

"Kehamilan trismester ketiga udah di depan pintu, takut kontraksi lahir, di dokter gigi kan nggak ada yang nolong. Oleh karena itu di trisemeter itu disarankan kedua," lanjutnya.

Tapi yang jadi masalah adalah, bagaimana jika sakit gigi sudah teramat sakit, maka harus segera dicabut atau diperbaiki gigi saat itu juga.

"Kalau memang sakit sekali harus dicabut, masa nunggu nanti mau melahirkan, satu bulan lagi masih lama," pungkasnya menjawab bahaya ibu hamil mencabut gigi dapat membahayakan janin hanya mitos .

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS