Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Ini Ciri Orang Paling Berisiko!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 10 September 2019 | 09:39 WIB
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Ini Ciri Orang Paling Berisiko!
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini, kasus bunuh diri semakin marak terjadi. Tidak hanya orang dewasa, anak kecil hingga remaja juga berisiko melakukan bunuh diri.

Dalam rangka Hari Pencegahan Bunuh Diri yang jatuh pada Selasa (10/9/2019) ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun membuat kampanye berjudul aksi 40 detik. Kampanye ini untuk mengajak seluruh dunia perhatian atas meningkatkan kasus bunuh diri secara global.

"Setiap 40 detik, satu orang meninggal karena bunuh diri. Tiap kematian ini merupakan tragedi bagi keluarga, teman, dan kerabat. Padahal, bunuh diri bisa dicegah," tutur Ghebreyesus, dilansir dari situs WHO.

Terkait pencegahan bunuh diri, pastinya Anda harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sejak dini hingga cara mencegah orang bunuh diri.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui orang-orang yang paling berisiko dan tanda-tanda akan bunuh diri.

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Seperti yang dilansir dari HealthLinkBC, berikut ini orang-orang yang paling berisiko bunuh diri:

  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Pernah mencoba atau memiliki anggota keluarga pernah bunuh diri
  • Punya masalah kesehatan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, skizofernia dan kecemasan
  • Pernah mengalami kekerasan, termasuk pelecehan seksual
  • Orang yang sering minum alkohol dan narkoba

Peristiwa yang memicu orang bunuh diri

  • Perubahan hidup, seperti kematian pasangan atau teman baik, pensiun, perceraian hingga masalah ekonomi
  • Diagnosis penyakit kronis, seperti kanker, jantung, cacat fisik dan lainnya yang jangka panjang
  • Bergantung pada orang lain atau tidak bisa hidup tanpa bantuan orang
  • Tidak memiliki teman atau anti sosial
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Adapun tanda-tanda orang akan bunuh diri, seperti yang dilansir dari webmd, antara lain:

  1. Sedih dan murung berlebihan
  2. Putus asa berat
  3. Memiliki masalah tidur
  4. Ketenangan mendadak setelah depresi atau murung
  5. Menarik diri dari lingkungan sosial
  6. Perubahan kepribadian
  7. Melakukan tindakan yang berbahaya

Nah, mulai sekarang sebanyak lebih perhatian lagi dengan orang-orang terdekat Anda. Ada banyak hal yang bisa dilakukan sebelum semuanya menjadi terlambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Risiko Kesehatan Akibat Sering Pinjam Helm dan Bergiliran Memakainya

4 Risiko Kesehatan Akibat Sering Pinjam Helm dan Bergiliran Memakainya

Health | Selasa, 10 September 2019 | 07:54 WIB

Istri Denny Cagur Pernah Minum Pil Pelangsing Sampai Gemetar, Ini Bahayanya

Istri Denny Cagur Pernah Minum Pil Pelangsing Sampai Gemetar, Ini Bahayanya

Health | Senin, 09 September 2019 | 11:57 WIB

Sakit Kepala hingga Mual, Kenali Risiko Penyakit Berdasarkan Zodiak

Sakit Kepala hingga Mual, Kenali Risiko Penyakit Berdasarkan Zodiak

Health | Senin, 09 September 2019 | 06:10 WIB

Studi: Ibu yang Stres Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Kepribadian Anaknya

Studi: Ibu yang Stres Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Kepribadian Anaknya

Health | Sabtu, 07 September 2019 | 06:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB