Menangis karena Patah Hati Hingga Air Mata Habis, Bisa Bikin Mata Kering?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 11 September 2019 | 20:05 WIB
Menangis karena Patah Hati Hingga Air Mata Habis, Bisa Bikin Mata Kering?
Sering menangis bisa bikin mata kering? (Shutterstock)

Suara.com - Menangis karena Patah Hati Hingga Air Mata Habis, Bisa Bikin Mata Kering?

Saat patah hati atau kecewa biasanya diluapkannya lewat menangis hingga tersedu-sedu. Saking banyaknya air mata yang keluar, air mata terasa seperti terkuras dan habis.

Pertanyaan yang sering terlontar, benarkah menangis bisa jadi pemicu gejala mata kering?

Dokter Spesialis Mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M menjelaskan perbedaan mendasar antara mata kering dan mata sembab karena menangis ada pada mekanisme keluarnya air mata.

Air mata keluar secara alami melalui kelenjar air mata dengan dorongan emosional. Sedangkan gejala mata kering ialah kondisi hilangnya keseimbangan komponen air mata.

"Proses air mata keluar saat menangis, dengan produksi (ketersediaan) air mata secara continue di mata itu berbeda. Jadi tidak ada hubungannya menangis lama sebabkan mata kering, karena mekanismenya berbeda," ujar dr. Nina dalam temu media Insto di Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).

dr. Nina mengatakan gejala mata kering ditandai dengan air mata yang tidak stabil, meningkatnya kekentalan air mata, kerusakan hingga peradangan permukaan mata. Penyebab mata kering juga beragam seperti fokus melihat layar komputer dan handphone yang terlalu lama.

Pakar kesehatan mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M. (Suara.com/Dini Afrianti)
Pakar kesehatan mata dr. Nina Asrini Noor, Sp.M. (Suara.com/Dini Afrianti)

"Karena saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga mata terasa seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata. Membaca buku dan mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan yang dapat menimbulkan mata lelah atau kering," jelasnya.

Tidak hanya terlalu fokus melihat gadget, tetapi juga faktor suhu speed hembusan pendingin ruangan atau AC dengan kelembaban rendah juga memicu mata kering.

"Solusinya kalau masuk ruangan ber-AC bisa diatur speednya tidak terlalu tinggi, yang penting cukup untuk membuat nyaman," tukas dr. Nina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Mata Kering, Raditya Dika Harus Berkedip Sempurna, Seperti Apa?

Hindari Mata Kering, Raditya Dika Harus Berkedip Sempurna, Seperti Apa?

Health | Rabu, 11 September 2019 | 17:53 WIB

Ini Penyebab Ayah Tak Dengar Suara Bayi Menangis di Malam Hari

Ini Penyebab Ayah Tak Dengar Suara Bayi Menangis di Malam Hari

Lifestyle | Selasa, 03 September 2019 | 09:30 WIB

Menangis saat Patah Hati, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Menangis saat Patah Hati, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Lifestyle | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 13:21 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB