BJ Habibie Pernah Alami Kebocoran Klep Jantung, Begini Pengobatannya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 12 September 2019 | 10:04 WIB
BJ Habibie Pernah Alami Kebocoran Klep Jantung, Begini Pengobatannya
BJ Habibie di depan makam Hasri Ainun. (@janethesss/instagram)

Suara.com - Duka mendalam tengah menyelimuti tanah air. Presiden ketiga Indonesia, Bachruddin Jusuf Habibie meninggal dunia Rabu (11/9/2019) kemarin di ruang CICU, Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

BJ Habibie meninggal dunia akibat gagal jantung. Menurut keterangan putranya, Thareq Kemal Habibie, kondisi jantung BJ Habibie memang sudah melemah.

"Setelah menua, jantungnya sangat lemah. Dengan aktivitas yang tinggi, tidak dikasih waktu istirahat, badannya memberontak," kata Thareq Kemal Habibie.

Sebelumnya, BJ Habibie juga pernah mengalami kebocoran klep jantung hingga dirawat di Klinik Starnberg Muenchen, Jerman pada Maret 2018 silam.

Saat itu, siaran pers The Habibie Center menyatakan kebocoran klep jantung BJ Habibie akibat adanya penumpukan cairan di paru-paru hingga 1,5 liter.

Perlu Anda ketahui, kebocoran klep jantung seperti yang dialami BJ Habibie bisa menyebabkan masalah ringan hingga serius. Hal ini terjadi pada seberapa besar kebocoran itu mengganggu aliran darah normal ke jantung.

Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Melansir dari Hellosehat, adapun pengobatan untuk orang dengan kebocoran klep jantung seperti BJ Habibie. Orang dengan kondisi kebocoran klep jantung ringan tanpa gejala, biasanya hanya diberi obat untuk meringankan gejala-gejala AVS.

Tindakan operasi akan dilakukan pada kondisi kebocoran klep jantung yang lebih serius, termasuk tindakan ballon valvuloplasty. Biasanya orang dengan insufiensi aorta akan membutuhkan tindakan tersebut.

Selain itu, seseorang juga perlu melakukan beberapa tes medis untuk mengetahui terjadinya kebocoran klep jantung. Seperti tes elektrokardiografi (EKG), rontgen dada dan ekokardiogram.

Dokter mendiagnosa kebocoran klep jantung dengan mwndengar suara jantung yang tidak normal dan menandakan adanya gangguan aliran darah.

Kesehatan jantung. (Shutterstock)
Kesehatan jantung. (Shutterstock)

Kebocoran klep jantung juga bukan akhir hidup seseorang. Melansir dari webmd, seseorang dengan kebocoran klep jantung masih memiliki harapan bertahan asalkan mengubah pola hidupnya.

Orang dengan kebocoran klep jantung disarankan tetepa melakukan olahraga berjalan setiap hari. Tetapi, penderita harus sudah berkonsultasi kepada dokter sebelum melakukan olahraga.

Penderita juga dilarang merokok dan menjalani hidup sehat sama halnya ketika menjaga berat badan. Selebihnya, penderita mendapat tindakan medis rutin dari dokter ahli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Susi Kenang Pesan BJ Habibie Usai Tenggelamkan Kapal di Batam

Menteri Susi Kenang Pesan BJ Habibie Usai Tenggelamkan Kapal di Batam

Bisnis | Kamis, 12 September 2019 | 10:01 WIB

Wafat Kemarin, Ternyata BJ Habibie Pernah Bilang Ini Soal Kematian

Wafat Kemarin, Ternyata BJ Habibie Pernah Bilang Ini Soal Kematian

Your Say | Kamis, 12 September 2019 | 09:57 WIB

Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka BJ Habibie

Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka BJ Habibie

News | Kamis, 12 September 2019 | 09:56 WIB

Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Ajak Masyarakat Doakan Habibie

Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Ajak Masyarakat Doakan Habibie

News | Kamis, 12 September 2019 | 09:51 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB