Olahraga Yuk! Sains Ungkap Alasan Rajin Bergerak Bikin Otak Tokcer

M. Reza Sulaiman
Olahraga Yuk! Sains Ungkap Alasan Rajin Bergerak Bikin Otak Tokcer
Doyan olahraga bisa jaga kesehatan otak. (Shutterstock)

Rutin olahraga bisa jaga kesehatan otak. Ini penjelasan ilmiahnya menurut sains.

Suara.com - Olahraga Yuk! Sains Ungkap Alasan Rajin Bergerak Bikin Otak Tokcer

Rajin olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh. Penelitian menyebut, mereka yang rutin olahraga juga memiliki kesehatan otak yang baik.

Studi yang dilakukan oleh University of Munster, Jerman in mengungkap, orang-orang yang aktif bergerak memiliki materi putih di sumsum otak yang lebih kuat. Tandanya, otak bekerja lebih cepat dan memiliki daya tahan yang baik.

Penelitian dilakukan kepada lebih dari 1.206 orang dengan rata-rata usia 28 tahun. Para partisipan diminta melakukan pemindaian MRI secara rutin, lalu dianalisis kebiasaan harinnya, termasuk berat badan, kadar gula darah, dan rutinitas olahraga.

Hasilnya, ditemukan mereka yang rutin olahraga memiliki integritas struktural neuron yang kuat. Artinya, transmisi informasi antara sistem saraf di otak berlangsung dengan cepat.

Dengan kata lain, mereka yang rutin olahraga memiliki ingatan yang lebih baik, kemampuan mengambil keputusan yang prima, dan logika yang tinggi.

"Studi ini penting karena menunjukkan bahwa korelasi antara kesehatan fisik dan fungsi kognitif berjalan beriringan," tutur Profesor Peter Falkai, dari Munich Center for Neurosciences di Jerman, dilansir Daily Mail.

Ilustrasi olahraga di rumah. (Shutterstock)
Ilustrasi olahraga di rumah. (Shutterstock)

Ia menyebut, pentingnya aktivitas fisik untuk otak bukanlah omong kosong. Meningkatkan kesehatan fisik sejak memiliki manfaat kesehatan otak di masa tua.

Dalam penelitian yang terbit jurnal Scientific Reports tersebut, peneliti Falkai juga menyebut menarik untuk melihat pengembangan studi ini. Salah satunya, soal gangguan jiwa yang semakin dipercaya merupakan gangguan fungsi otak.

"Yang kita tahu, rutin olahraga membuat seseorang jauh dari demensia, stres, dan depresi. Yang kita tidak tahu adalah mengapa hal ini berhubungan dan terjadi," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS