China Sukses Transplantasi Kornea Babi ke Mata Manusia, Apa Kata Dokter?

Ade Indra Kusuma

Sabtu, 14 September 2019 | 06:15 WIB
China Sukses Transplantasi Kornea Babi ke Mata Manusia, Apa Kata Dokter?
China Sukses Transplantasi Mata Manusia dengan Kornea Babi, Ini Kata Dokter [shutterstock]

Suara.com - China Sukses Transplantasi Kornea Babi ke Mata Manusia, Apa Kata Dokter?

Beberapa hari lalu, di China ada temuan medis terbaru soal transplantasi mata manusia yang bisa dicangkok dengan kornea mata babi. Terobosan di dunia kedokteran ini sukses diuji coba kepada pasien bernama Huang Yuangzhen yang telah dapat melihat kembali mendekati normal.

Mengutip Asiaone, Huang Yuangzhen divonis kebutaan oleh tim medis setelah mengalami kecelakaan yang membuat mata bagian kanannya rusak pada 2010.

Dalam penantiannya sejak 2010, Huang dikabarkan tak pernah mendapat info atau ketersediaan kornea mata untuk di transplantasi kepada dirinya.

Pada 6 September 2019, Huang akhirnya mendapat kabar baik bahwa Rumah Sakit Wuhan Union melakukan uji coba rekayasa kornea babi untuk membantu manusia yang membutuhkan kornea.

Huang, transplantasi mata dengan kornea babi [asiaone]
Huang, transplantasi mata dengan kornea babi [asiaone]

Huang lantas menerima tawaran tersebut. Ia rela menjadi uji coba transplantasi mata manusia dengan mata babi (kornea babi). Setelah operasi transplantasi berlangsung, Huang secara bertahap mengalami penyembuhan, saat ini penglihatannya mencapai level 0.5 atau secara medis sudah mendekati normal, yakni 0.6.

"Saya bisa memasang benang ke lubang jarum dan membaca koran. Saya sangat bahagia," kata Huang.

Tentu hal ini menjadi sebuah kabar gembira bagi penderita kebutaan atau pasien yang memang membutuhkan kornea mata untuk bisa melihat.

Pergantian mata manusia yang rusak dengan kornea mata babi tentu secara medis telah dibuktikan di China, lalu bagaiamana tanggapan dokter mata atau ahli medis di Indonesia menyikapi hal ini? Apakah temuan medis ini bisa diadopsi di Indonesia?

baca juga

Dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), dokter subspesialis Bedah Katarak, Refraktif dan Kornea JEC Eye Hospitals & Clinics ikut angkat bicara.

"Sebagai dokter mata kami hanya bisa menjawab sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran yang selalu berkesinambungan dan tidak pernah berhenti. Donor yang di tanamkan pada manusia yang berasal dari hewan kita kenal dengan xenotransplantation. Hal ini tidak terjadi hanya di mata saja, namun juga di transplan organ lain. Babi yang digunakan juga bukan babi biasa lho, namun babi yang sudah di sisihkan dan di kembangbiakan dengan rekayasa genetika yang kita kenal dengan bioengineered pig," jelasnya saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/9/2019).

Dokter Sharita memastikan, kornea babi memang secara genetik mirip dengan kornea manusia dan lebih mudah didapat dibandingkan hewan lainnya.

Ia bahkan menegaskan operasi transplantasi tersebut sama sekali tidak berbahaya dan minim efek samping.

"Hal ini tidak berbahaya karena sekali lagi babi tersebut bukan sembarang babi, tapi babi khusus atau babi dengan rekayasa genetik. Bila dibandingkan hewan lain, babi memiliki kesesuaian atau kemiripan yang sangat tinggi. Kita boleh saja menerima adanya perkembangan teknologi. Namun apakah akan kita terapkan atau tidak dalam praktek kita, itulah yang akan kembali dengan diri kira masing-masing," terangnya panjang lebar.

Jika bicara transplantasi kornea, Dokter Sharita berbagi kisah kendala yang  kerap dihadapi dokter.

"Tentu minimnya orang yang ingin atau secara sukarela menyumbangkan matanya untuk didonasi setelah ia meninggal. Lalu alat yang kurang lengkap, alat lengkap itu hanya ada di daerah seperti Jakarta. Selanjutnya adalah kurangnya dokter mata yang mengabdi di daerah apalagi di pelosok, hingga Informasi salah yang diterima masyarakat tentang kelainan kornea hingga donor kornea," bebernya.

Kejadian transplantasi kornea di negara China terjadi, karena minimnya jumlah donor kornea lokal. Dokter Sharita juga berbagi info cara untuk mendonorkan kornea.

"Untuk itu bantulah ketersediaan donor kornea di indonesia dengan mendaftar melalui website www.jec.co.id atau bisa menghubungi di 0821-50-800-800, segala informasi terkait kelainan kornea, jenis operasi cangkok kornea yg bs dilakukan di JEC dan mendaftar sebagai calon donor atau membutuhkan donor kornea ada di website atau instagram: @lionseyebankjakarta," pungkas dokter Sharita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibuat dari Sayuran, Bisakah Daging Babi Menjadi Halal?

Dibuat dari Sayuran, Bisakah Daging Babi Menjadi Halal?

Lifestyle | Minggu, 01 September 2019 | 08:16 WIB

Arca Babi Hilang, Masyarakat Diminta Aktif Jaga Situs Anglingdarma

Arca Babi Hilang, Masyarakat Diminta Aktif Jaga Situs Anglingdarma

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 17:36 WIB

Cangkok Jantung Babi ke Manusia Terwujud dalam 3 Tahun

Cangkok Jantung Babi ke Manusia Terwujud dalam 3 Tahun

Tekno | Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:28 WIB

Terkini

Dilema Guru Swasta: Gaji Kecil, tetapi Dianggap Sudah Beruntung

Dilema Guru Swasta: Gaji Kecil, tetapi Dianggap Sudah Beruntung

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:00 WIB

Apakah Jalan Kaki Bisa Mengecilkan Perut Buncit? Simak Penjelasan dan Tips agar Cepat Rata

Apakah Jalan Kaki Bisa Mengecilkan Perut Buncit? Simak Penjelasan dan Tips agar Cepat Rata

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:55 WIB

Ironi Kelas Menengah: Masihkah Menjadi Dokter Sebuah Mimpi yang Masuk Akal?

Ironi Kelas Menengah: Masihkah Menjadi Dokter Sebuah Mimpi yang Masuk Akal?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:44 WIB

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:42 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:39 WIB

Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global

Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:39 WIB

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 18 Juli 2026, Semakin Dekat dengan Keberhasilan

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 18 Juli 2026, Semakin Dekat dengan Keberhasilan

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026

Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli

Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026

Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

×