Penting Deteksi Dini Kanker Prostat, Ternyata Ini Sebabnya

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Minggu, 15 September 2019 | 08:35 WIB
Penting Deteksi Dini Kanker Prostat, Ternyata Ini Sebabnya
Ilustrasi gangguan prostat. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker prostat merupakan kanker ketiga paling mematikan bagi lelaki di Indonesia, setelah kanker paru dan kanker kolorektal. Sayangnya, menurut ahli urologi dr. Abdur Rahman SpU(K), pada banyak lelaki, kanker prostat seringkali muncul secara diam-diam atau tanpa gejala.

Sehingga lanjut dia, biasanya pasien datang dalam tahap lanjut, atau saat kanker sudah metastasi ke bagian tulang, yang menyebabkan kerapuhan atau patah tulang, ejakulasi berkurang, impotensi, hingga anemia.

"Gejala awal agak susah, karena sebagian datang tidak ada gejala sama sekali, karena tumornya terlalu kecil untuk mengganggu saluran kemih. Kalau ada gejala, mirip sama sakit prostat, gejalanya buang air kecil sakit, terlalu sering kencing saat malam, atau kencing berdarah," jelas dr. Abdur Rahman dalam seminar kanker prostat di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Hal inilah yang membuat dia menyarankan agar sebaiknya semua lelaki, baik yang memiliki faktor risiko kanker prostat atau tidak, jika sudah menginjak usia 50 tahun, untuk melakukan screening atau tes awal, agar bisa terdeteksi sedini mungkin.

Karena, lanjut dia, risiko kanker prostat pada lelaki berusia 50 tahun atau lebih akan meningkat dibandingkan lelaki berusia 45 tahun ke bawah. Apalagi, jika lelaki tersebut memiliki ayah atau saudara lelaki yang memiliki kanker prostat juga.

"Jika punya keluarga yang memiliki kanker prostat, maka risiko akan meningkat 2-4 kali lipat, sehingga saat usia 45-50 tahun, sebaiknya lakukan deteksi dini," sarannya lagi.

Jika terdeteksi dini ketika masih terbatas pada kelenjar prostat, kata dr. Abdur Rahman SpU(K), pasien memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam pengobatan.

Kanker prostat sendiri terjadi dikarenakan adanya pembesaran prostat secara mikroskopis yang terjadi pada lelaki seiring usia mereka. Namun, saat pembesarannya abnormal dan bermutasi di luar kendali, kondisi inilah yang menjadikan kanker prostat muncul.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ungkap Konsumsi Jamur Kurangi Risiko Kanker Prostat, Simak Aturannya!

Studi Ungkap Konsumsi Jamur Kurangi Risiko Kanker Prostat, Simak Aturannya!

Health | Senin, 09 September 2019 | 16:30 WIB

Sistem Satu Pintu dengan Teknologi Robotik untuk Pengobatan Kanker Prostat

Sistem Satu Pintu dengan Teknologi Robotik untuk Pengobatan Kanker Prostat

Health | Senin, 05 Agustus 2019 | 19:06 WIB

Begini Cara Paling Ampuh Deteksi Kanker Prostat

Begini Cara Paling Ampuh Deteksi Kanker Prostat

Health | Senin, 05 Agustus 2019 | 18:55 WIB

Terkini

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling  Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:33 WIB

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:31 WIB

×