Begini Cara Paling Ampuh Deteksi Kanker Prostat

Vania Rossa, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 05 Agustus 2019 | 18:55 WIB
Begini Cara Paling Ampuh Deteksi Kanker Prostat
Ilustrasi deteksi kanker prostat ke dokter. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker prostat masih menjadi momok bagi lelaki, karena diketahui setiap lelaki berpotensi untuk mengalami kanker prostat.

Staf Medik Departemen Urologi RSCM-FKUI, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp. U(K), Ph.D., mengatakan cara terbaik agar terhindar dari kanker prostat adalah dengan deteksi dini. Meskipun mengerikan, namun kanker prostat ini masih bisa disembuhkan.

"Beberapa keluhan seperti nyeri kandung kemih atau ngilu kerap terjadi. Pada lelaki dengan usia di atas 45 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan dini, apalagi jika memiliki keluarga dengan riwayat (kanker) prostat. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan deteksi dini adalah colok dubur, pemeriksaan darah (PSA), dan biopsi prostat,” ungkap dokter Agus Rizal saat ditemui Suara.com, Senin (5/8/2019).

Dijelaskan lebih lanjut oleh dokter Agus Rizal, kesembuhan kanker prostat bergantung dengan tingkat stadium yang dialami pengidapnya. Ukuran prostat yang masih kecil tidak akan mengalami gangguan atau keluhan.

"Namun, ketika prostat sudah mulai membesar, maka akan terjadi beberapa keluhan. Itulah mengapa deteksi dini bisa menjadi salah satu cara terbaik yang bisa diambil untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat," sambungnya.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang mencoba menghindari untuk melakukan biopsi sebab dianggap bisa memicu kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tapi sebetulnya tidak begitu.

“Ketakutan masyarakat melakukan biopsi karena bisa menyebabkan sel kanker menyebar ke seluruh bagian tubuh lain adalah tidak benar. Biopsi adalah prosedur pengambilan sel yang diduga mengalami kanker untuk diteliti dan diperiksa oleh para peneliti yang kompeten,” terangnya lagi.

Sebagai penutup ia menyampaikan, kanker prostat hanya dialami oleh pria dan menempati urutan kedua di dunia sebagai penyakit yang paling sering dialami. Kanker prostat bisa timbul jika stadium sudah lanjut.

"Stadium 1-2 bisa dilakukan radiasi dengan peluang sembuh hingga 100 persen. Level bahaya kanker prostat justru lebih mengerikan jika dialami oleh penderita usia muda. Ketika usia sudah lebih tua atau lanjut, sebetulnya dianggap tidak begitu mengerikan," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jarang Ejakulasi Bisa Picu Kanker Prostat, Benarkah?

Jarang Ejakulasi Bisa Picu Kanker Prostat, Benarkah?

Health | Senin, 05 Agustus 2019 | 14:32 WIB

Arswendo Atmowiloto Meninggal, Kenali Gejala dan Risiko Kanker Prostat

Arswendo Atmowiloto Meninggal, Kenali Gejala dan Risiko Kanker Prostat

Health | Jum'at, 19 Juli 2019 | 20:45 WIB

Idap Kanker Prostat yang Menyebar ke Otak, Pria Ini Sembuh Setelah Radiasi

Idap Kanker Prostat yang Menyebar ke Otak, Pria Ini Sembuh Setelah Radiasi

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 19:05 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×