Wabah Campak di Amerika Serikat Diperkirakan Telah Berakhir

Ade Indra Kusuma

Selasa, 17 September 2019 | 14:10 WIB
Wabah Campak di Amerika Serikat Diperkirakan Telah Berakhir
Wabah Campak di Amerika Serikat Diperkirakan Telah Berakhir [shutterstock]

Suara.com - Wabah Campak di Amerika Serikat Diperkirakan Telah Berakhir.

Epidemi campak terburuk di Amerika dalam 27 tahun kemungkinan sudah memasuki tahap akhir karena tidak dilaporkan lagi adanya kasus baru dalam sepekan terakhir.

Epidemi itu bermula dari orang Amerika yang bepergian ke luar negeri dan tertular campak. Ia dengan cepat kemudian menularkan penyakit itu ke kalangan orang yang tidak divaksinasi. Awal campak bermula pada musim semi lalu, mulai akhir Maret sampai akhir Juni 2018, 70 atau lebih kasus baru dilaporkan setiap minggunya. Belum lama ini, Amerika bahkan mencatat banyaknya kasus campak ini dalam setahun penuh.

“Tidak ada kasus lagi sangatlah menggembirakan,'' ujar Jason Schwartz, pakar kebijakan vaksinasi pada Yale University seperti mengutip VOAIndonesia.

Epidemi campak yang tengah melanda Amerika dimulai sekitar setahun lalu dan memuncak pada awal tahun 2019, dengan sebagian besar kasus dilaporkan di komunitas New York City.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika - Center for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan pada Senin 16 September 2019, sepanjang tahun ini, ditetapkan terjadi 1.241 kasus campak. Jumlah itu tidak bertambah pekan lalu. Terakhir kali CDC melaporkan tidak ada kasus campak baru adalah 11 bulan lalu.

Ilustrasi Vaksin [Shutterstock]
Ilustrasi Vaksin [Shutterstock]

Pejabat-pejabat New York menanggapi ledakan kasus campak dengan sejumlah tindakan, termasuk kampanye pendidikan untuk melawan informasi yang salah tentang keamanan vaksin dan menerapkan denda bagi orang yang tidak mendapatkan vaksinasi.

Epidemi itu mengancam status Amerika yang hampir 20 tahun ini dinyatakan sebagai negara yang telah memberantas campak. Status itu akan berakhir jika penyakit itu menyebar di kalangan orang Amerika selama satu tahun atau lebih. Negara-negara lain, termasuk Yunani dan Inggris, baru-baru ini kehilangan status itu seiring melonjaknya jumlah penderita penyakit itu.

Wabah campak biasanya dinyatakan berakhir setelah 42 hari berlalu tanpa muncul pasien baru. Jika tidak ada kasus baru yang muncul, wabah nasional itu kemungkinan akan berakhir pada atau sekitar 30 September, tepat sebelum pejabat-pejabat harus membuat keputusan mengenai status pemberantasan campak di Amerika.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Berenang, Gadis 10 Tahun Kritis Diserang Amuba Pemakan Otak

Usai Berenang, Gadis 10 Tahun Kritis Diserang Amuba Pemakan Otak

News | Senin, 16 September 2019 | 15:55 WIB

Vaksin Malaria Pertama di Dunia Akan Mulai Digunakan di Kenya

Vaksin Malaria Pertama di Dunia Akan Mulai Digunakan di Kenya

Health | Jum'at, 13 September 2019 | 18:49 WIB

Viral, Tikus Masuk Penggorengan Kentang, Restoran Cepat Saji Texas Ditutup

Viral, Tikus Masuk Penggorengan Kentang, Restoran Cepat Saji Texas Ditutup

News | Kamis, 05 September 2019 | 17:53 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×