Kasus Campak Meningkat, Perdana Menteri Inggris Keluarkan Imbauan Serius

Vania Rossa, Risna Halidi

Selasa, 20 Agustus 2019 | 18:23 WIB
Kasus Campak Meningkat, Perdana Menteri Inggris Keluarkan Imbauan Serius
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, kembali menyerukan pentingnya tindakan untuk menghentikan penyebaran campak di negara adidaya tersebut.

Sebagai informasi, Inggris telah kehilangan status bebas campak sejak tiga tahun terakhir. Pada kuartal pertama tahun 2019 saja, ada 231 kasus campak yang terkonfirmasi di negara tersebut.

Untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut, Boris sampai harus mengeluarkan empat imbauan serius bagi pekerja medis, perusahaan, dan masyarakat umum.

Pertama, dokter diminta untuk mempromosikan vaksinasi tambahan bagi anak-anak yang mungkin telah melewatkan dua dosis imunisasi campak.

Kedua, media sosial didesak untuk menghilangkan pesan anti-vaksin yang menyesatkan masyarakat. Ketiga, perusahaan akan diundang dalam pertemuan puncak untuk mengeksplorasi bagaimana mempromosikan informasi vaksinasi yang akurat dan baik.

Keempat, pemerintah akan menggunakan laman NHS untuk menangani klaim menyesatkan mengenai keamanan vaksin.

Untuk diketahui, hanya 87% anak-anak di Inggris yang menerima dosis kedua vaksinasi campak. Angka tersebut di bawah target 95% yang ditetapkan untuk dapat mengeliminasi kasus campak.

"Ada sejumlah alasan mengapa orang tidak mendapatkan vaksin yang mereka butuhkan, tetapi kita perlu tindakan tegas di seluruh layanan kesehatan dan masyarakat untuk memastikan masyarakat diimunisasi dengan benar," kata Boris Johnson seperti yang Suara.com kutip dari BBC.

Campak sendiri merupakan infeksi menular yang bisa sangat berbahaya. Semua orang yang tidak mendapatkan dua dosis vaksin campak yaitu MMR, akan berisiko terkena campak.

baca juga

Menurut WHO, kasus campak secara global telah meningkat tiga kali lipat selama tujuh bulan pertama pada 2019 dibanding dengan periode yang sama pada 2018 lalu.

Sejauh ini, sudah ada 364.808 kasus campak yang dilaporkan terjadi di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Kongo, Epidemi Campak Telan Lebih Banyak Korban Jiwa daripada Ebola

Di Kongo, Epidemi Campak Telan Lebih Banyak Korban Jiwa daripada Ebola

Health | Rabu, 12 Juni 2019 | 12:08 WIB

Wabah Campak di AS Semakin Parah, Korban Terinfeksi Nyaris 1.000 Orang

Wabah Campak di AS Semakin Parah, Korban Terinfeksi Nyaris 1.000 Orang

Health | Selasa, 28 Mei 2019 | 14:57 WIB

Di Jerman, Orang Tua yang Tidak Imunisasi Anak Bisa Kena Denda

Di Jerman, Orang Tua yang Tidak Imunisasi Anak Bisa Kena Denda

Health | Kamis, 09 Mei 2019 | 20:05 WIB

Terkini

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:18 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap

Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:11 WIB

3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau

3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang

Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Ada 799 Izin Tambang, Rencana BLU Batu Bara Dinilai Bakal Rumit

Ada 799 Izin Tambang, Rencana BLU Batu Bara Dinilai Bakal Rumit

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Bulan Baru Harapan Baru, Ramalan Zodiak yang Akan Beruntung di Bulan September 2026

Bulan Baru Harapan Baru, Ramalan Zodiak yang Akan Beruntung di Bulan September 2026

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Sinopsis My Sweet Home, Drama Jepang yang Dibintangi Ishida Yuriko

Sinopsis My Sweet Home, Drama Jepang yang Dibintangi Ishida Yuriko

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×