Minimalisir Dampak Kesehatan dari Kabut Asap, Coba Lakukan 7 Langkah Ini!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 17 September 2019 | 19:05 WIB
Minimalisir Dampak Kesehatan dari Kabut Asap, Coba Lakukan 7 Langkah Ini!
Sejumlah penumpang mengenakan masker di Bandara Supadio di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (15/9). [ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang]

Suara.com - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan berdampak besar bagi kesehatan masyarakat.

Data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, ada lebih dari 100.000 orang yang mengalami infeksi pernapasan akut (ISPA) akibat asap karhulta.

Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH mengimbau masyarakat di wilayah terdampak Karhutla untuk memanfaatkan pos kesehatan bila terasa sesak.

Perlu Anda ketahui, paparan asap dapat menyebabkan berbagai jenis masalah kesehatan jangka pendek karena kandungan ozonnya. Hal itu termasuk batuk dan iritasi tenggorokan, memburuknya gejala asma hingga kesulitan bernapas dan kerusakan paru-paru.

Pada dasarnya, kabut asap memengaruhi setiap orang secara berbeda-beda. Beberapa orang lebih rentan terhadap efek sampingnya, seperti anak-anak, manula dan penderita asma.

Pengguna jalan melintasi salah satu ruas jalan di kota Palembang, Sumsel, Senin (16/9/2019). (Antara)
Pengguna jalan melintasi salah satu ruas jalan di kota Palembang, Sumsel, Senin (16/9/2019). (Antara)

Melansir dari America Lung Association, ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika Anda berada di tempat terdampak kabut asap untuk mencegah maupun mengurangi dampak kesehatannya, antara lain:

1. Ikuti perkembangan informasi mengenai kondisi udara setiap hari. Jika kondisi udara di daerah tertentu sangat buruk, sebisa mungkin menghindarinya.

2. Jika Anda berada di daerah dengan kondisi udara buruk, sebisa mungkin tidak melakukan aktivitas di luar rumah dan tutup rapat jendela.

3. Hindari olahraga di luar ruangan atau rumah, terlebih jika paparan ozonnya mencapai tingkat tertinggi.

baca juga
Masker N95 [shutterstock]
Masker N95 [shutterstock]

4. Gunakan lebih sedikit energi di rumah Anda yang menyebabkan polusi udara.

5. Kurangi penggunaan kendaraan seperti motor, bus, mobil dan semacamnya yang meningkatkan polusi udara.

6. Jika Anda memiliki masalah pernapasan dan harus keluar rumah, pastikan Anda melalui rute yang lancar untuk menghindari kemacetan dan terjebak di tengah kabut asap.

7. Jangan lupa selalu sedia inhaler jika Anda penderita asma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabut Asap Makin Tebal, Orang Malas Menginap di Hotel

Kabut Asap Makin Tebal, Orang Malas Menginap di Hotel

Bisnis | Selasa, 17 September 2019 | 16:19 WIB

Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan, Jokowi dan Menteri Pamer Foto Sepatu Kotor

Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan, Jokowi dan Menteri Pamer Foto Sepatu Kotor

News | Selasa, 17 September 2019 | 16:13 WIB

Ramai Kampanye #SawitBaik di Tengah Kabut Asap Karhutla, Kominfo Dihujat

Ramai Kampanye #SawitBaik di Tengah Kabut Asap Karhutla, Kominfo Dihujat

News | Selasa, 17 September 2019 | 15:15 WIB

Viral Orang Pakai Pantyliner sebagai Masker, Begini Tanggapan Dokter

Viral Orang Pakai Pantyliner sebagai Masker, Begini Tanggapan Dokter

Health | Selasa, 17 September 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×