Bayi Usia 3 Hari Meninggal akibat Kabut Asap, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 20 September 2019 | 06:40 WIB
Bayi Usia 3 Hari Meninggal akibat Kabut Asap, Bagaimana Cara Mencegahnya?
Suasana duka menyelimuti kediaman Evar Zendrato dan Lasmayani Zega setelah bayi semata semata wayang pasangan suami isteri itu meninggal dunia diduga kuat akibat paparan kabut asap pekat di Pekanbaru, Riau. [Riau.Antaranews/Vera Lusiana]

Suara.com - Bencana kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan kembali memakan korban. Kali ini, seorang bayi baru lahir.

Bayi dari pasangan Evar Zendrati dan Lasmayani Zega asal Pekanbaru, Riau, ini meninggal tiga hari setelah dilahirkan pada Kamis (19/9/2019) kemarin.

Bayi seberat 2,8 kilogram dan belum dinamai itu sebelumnya mengalami batuk, pilek dan demam tinggi hingga 41° celcius.

"Dokter bilang anak saya terdampak virus akibat kabut asap," jelas Evan, melansir Antara.

Evan menambahkan, putranya meninggal saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Syafira, Pekanbaru.

"Anak dan istri saya normal waktu lahiran kemarin. Keduanya dinyatakan sehat oleh bidan," sambungnya.

Siswa mengenakan masker saat pulang sekolah di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/9/2019). (Antara)
Siswa mengenakan masker saat pulang sekolah di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/9/2019). (Antara)

Berdasarkan The Asianparent Singapura, bayi baru lahir sangat rentan dan memiliki sistem kekebalan yang lemah. Oleh karenya, penting diketahui sistem pernapasan mereka juga lebih rentan terhadap kualitas udara buruk.

Agar tidak lagi korban bayi dari bencana kabut asap, berikut beberapa langkah untuk melindungi buah hati dari kabut asap.

  • Tutup pintu dan jendela agar kabut tidak masuk.
  • Nyalakan kipas angin atau AC agar ruangan tetap sejuk dan nyaman.
  • Pastikan saringan udara berfungsi secara optimal dan tidak penuh debu yang terperangkap.
  • Nyalakan alat pembersih udara untuk membantu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, terutama di area rumah yang tidak memiliki AC.
Menyalakan AC. (Shutterstock)

"Menjaga bayi di kamar ber-AC sepanjang hari aman selama termostat diatur pada 22- 24 derajat Celcius dan bukan 18-19 derajat," ungkap Associate Professor Victor Samuel Rajadural, Kepala dan Konsultan Senior, Departemen Neonatalogi, Rumah Sakit Wanita dan Anak-anak KK (KKH).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Sempat Punya Nama, Bayi di Riau Wafat karena Asap Kebakaran Hutan

Belum Sempat Punya Nama, Bayi di Riau Wafat karena Asap Kebakaran Hutan

News | Kamis, 19 September 2019 | 19:23 WIB

Sedih, Puluhan Orangutan di Kalteng Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

Sedih, Puluhan Orangutan di Kalteng Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

Foto | Kamis, 19 September 2019 | 18:05 WIB

Miris, Warganet Temukan Burung Berjatuhan dari Langit karena Kabut Asap

Miris, Warganet Temukan Burung Berjatuhan dari Langit karena Kabut Asap

Tekno | Kamis, 19 September 2019 | 16:01 WIB

Jerat Biang Kerok Karhutla, PM Malaysia Mahathir Usulkan Undang-undang

Jerat Biang Kerok Karhutla, PM Malaysia Mahathir Usulkan Undang-undang

News | Kamis, 19 September 2019 | 16:53 WIB

Terkini

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:03 WIB

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 20:00 WIB

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:53 WIB

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 19:46 WIB

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

Isu Pungli Bansos Beras 30 Kg, Bapanas Buka Suara

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

Kosgoro 1957 Tegaskan Siap Perkuat Golkar Menuju Pemilu 2029

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:36 WIB

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

FTL Universe 2026 Resmi Digelar, BRImo Bawa Kejutan Spesial

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:32 WIB

×