Miris, Warganet Temukan Burung Berjatuhan dari Langit karena Kabut Asap

Agung Pratnyawan

Kamis, 19 September 2019 | 16:01 WIB
Miris, Warganet Temukan Burung Berjatuhan dari Langit karena Kabut Asap
Kota Pekanbaru diselimuti asap kebakaran hutan. (Antara)

Suara.com - Bukan cuma manusia yang terdampak dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Namun hewan termasuk burung juga merasakan dampak negatifnya.

Seperti kabut asap dari kebakaran hutan yang melanda Sumatera dan Kalimantan. Membuat sejumlah burung mengalami hal buruk.

Sebuah video berhasil viral di Twitter setelah memperlihatkan banyak burung berjatuhan dari langit karena kabut asap.

Seorang warganet asal Malaysia bernama Susan Lankester dengan akun Twitter bernama @suelanks membagikan video yang disertai caption cukup menohok terkait kejadian kabut asap.

Video yang ia bagikan berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 15 ribu Retweet dan 7.200 Like.

Baca Juga : Kebakaran Hutan di Kalimantan Disorot Situs NASA, Banyak Titik Api Terlihat!

Belasan ribu warganet juga ikut mengecam perilaku pembakaran lahan yang dilakukan oleh oknum tertentu melalui kolom komentar di bawahnya.

Susan Lankester dikenal aktif dalam ikut menyuarakan petisi di Change.org terkait dengan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera yang menyebabkan bencana kabut asap.

Video yang memperlihatkan banyak burung mati karena kabut asap viral di Twitter. (Twitter/ suelanks)
Video yang memperlihatkan banyak burung mati karena kabut asap viral di Twitter. (Twitter/ suelanks)

Dikutip dari World of Buzz, petisi dengan nama "Holding Indonesian and Malaysian governments accountable for the current forest fires/haze" kini telah ditandatangani oleh ribuan orang.

baca juga

Mereka menyuarakan bahwa kejadian kabut asap sudah melanda Singapura, Malaysia, dan Indonesia selama 20 tahun sehingga beberapa perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan harus ditindak secara tegas.

Baca Juga : Potret Petugas Tidur Usai Tangani Kebakaran Hutan Kalimantan Ini Bikin Haru

Dalam thread serta video yang viral di Twitter, Susan Lankester juga membagikan caption yang bertuliskan "Burung jatuh dari langit karena udara beracun yang kita hirup? Ini karena bisnis tidak bertanggung jawab yang membahayakan manusia & hewan".

Netizen ini juga aktif menyarakan petisi agar pemerintah Indonesia dan Malaysia bertindak tegas pada perusahaan yang merusak lingkungan dan menyebankan kabut asap. (Twitter/ suelanks)
Netizen ini juga aktif menyarakan petisi agar pemerintah Indonesia dan Malaysia bertindak tegas pada perusahaan yang merusak lingkungan dan menyebankan kabut asap. (Twitter/ suelanks)

Masih belum jelas di mana video tersebut diambil, namun dari logatnya, video ini berasal dari sebuah daerah di Indonesia, bukan di Malaysia.

"Kabutnya menggila bung! Gara-gara kabut banyak burung mati. Whuuy, ini burung walet kayaknya ini. Banyak bos..," kata seorang pria di dalam video itu.

Baca Juga : Selain Ular Piton, Foto Orangutan di Tengah Kebakaran Hutan Ini Juga Viral

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Titik Api Terlihat, NASA Soroti Kebakaran Hutan di Kalimantan

Banyak Titik Api Terlihat, NASA Soroti Kebakaran Hutan di Kalimantan

Tekno | Kamis, 19 September 2019 | 15:41 WIB

Viral Pria Pakai BH sebagai Masker Saat Kabut Asap, Ini Salah Kaprah!

Viral Pria Pakai BH sebagai Masker Saat Kabut Asap, Ini Salah Kaprah!

Health | Kamis, 19 September 2019 | 12:25 WIB

Bencana Kabut Asap Akibat Karhutla, 61 Spesies Primata Terancam Punah

Bencana Kabut Asap Akibat Karhutla, 61 Spesies Primata Terancam Punah

News | Rabu, 18 September 2019 | 22:05 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×