Waduh, Anak Bisa Coba-coba Rokok Elektrik karena Nonton Youtube?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 25 September 2019 | 07:05 WIB
Waduh, Anak Bisa Coba-coba Rokok Elektrik karena Nonton Youtube?
Anak-anak bisa mencoba rokok dan rokok elektrik karena Youtube? (Dok. Suara.com)

Suara.com - Waduh, Anak Bisa Coba-coba Rokok Elektrik karena Nonton Youtube?

Platform Youtube disebut pakar kesehatan berisiko membuat tertarik untuk mencoba rokok dan rokok elektrik.

Youtube belum memiliki aturan ketat soal penayangan produk rokok dan sejenisnya, berbeda dengan media televisi. Bahkan beberapa artis dan youtuber tak sungkan merokok dan menggunakan rokok elektrik dalam video mereka.

Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Catharine M. Sambo, SpA(K) membenarkan ada hubungan tayangan atau media tontonan terhadap keinginan merokok pada anak.

"Memang ada peran media baik di televisi maupun media sosial. Youtube itu termasuk platform media sosial, terhadap pengaruh anak dan remaja untuk mulai coba-coba. apalagi itu digambarkan sebagai sesuatu yang keren. Maksudnya kaya 'keren banget sih aku jadi pengen nyoba juga'," ujar dr. Catharine kepada Suara.com dalam temu media di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

Sayangnya, setelah mencoba ada anak dan remaja ketagihan hingga mendorong jadi perokok aktif. Belum lagi tampilan rokok elektrik yang menarik dengan berbagai rasa yang bisa dipilih, semakin menambah daya tarik.

"Apalagi setelah dicoba enak ternyata wangi peremen, buah wangi dessert," ungkap dr. Catharine .

Terlepas dari rasa dan tampilannya yang menarik tidak lantas mengurangi efek berbahaya rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Klaim produsen rokok elektrik yang menyebut produknya lebih aman dibanding rokok konvensional, sama sekali belum ada penelitiannya yang pasti.

baca juga
dr. Catharine M. Sambo, SpA(K) bicara soal pengaruh Youtube yang bisa membuat anak mencoba rokok dan rokok elektrik. (Suara.com/Dini Afrianti)
dr. Catharine M. Sambo, SpA(K) bicara soal pengaruh Youtube yang bisa membuat anak mencoba rokok dan rokok elektrik. (Suara.com/Dini Afrianti)

"Jadi itu (rasa dan tampilan) seperti menutup kenyataan bahwa itu sebenarnya efeknya sama merusak juga," imbuhnya.

Sekedar informasi, Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2018 menyebutkan pengguna rokok elektrik di Indonesia telah mencapai 2,8 persen atau sekitar 7,3 juta orang.

Maka dari itu, pengawasan dari orangtua terhadap tontontan anak-anak, termasuk Youtube, harus diperketat.

"Jadi sebaiknya sih saran kita untuk tidak mulai mencoba dan memang mestinya pajanan media sosial atau misalnya orangtua itu butuh mendampingi anak agar bisa bijak bermedia," tutup dr. Catharine .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FDA Resmi Mulai Penyelidikan Terkait Rokok Elektrik

FDA Resmi Mulai Penyelidikan Terkait Rokok Elektrik

Health | Senin, 23 September 2019 | 11:18 WIB

Walmart, Departmen Store Terbesar di AS Stop Jualan Rokok Elektrik

Walmart, Departmen Store Terbesar di AS Stop Jualan Rokok Elektrik

Health | Senin, 23 September 2019 | 11:06 WIB

DPP PKB Setuju Harga Eceran Rokok dan Cukainya Naik di Kisaran Ini

DPP PKB Setuju Harga Eceran Rokok dan Cukainya Naik di Kisaran Ini

Bisnis | Minggu, 22 September 2019 | 19:02 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×