Sering Kunyah Es Batu Setelah Makan? Mungkin Anda Mengidap Penyakit Ini

Minggu, 06 Oktober 2019 | 20:50 WIB
Sering Kunyah Es Batu Setelah Makan? Mungkin Anda Mengidap Penyakit Ini
Ilustrasi mengunyah es batu (Shutterstock)

Suara.com - Bagi sebagian orang mengunyah es sudah menjadi hal yang biasa. Terlebih ketika sedang memakan makanan pedas.

Tahukah jika mengunyah es bisa menjadi tanda tubuh kekurangan gizi atau mengalami gangguan makan.

Selain itu, mengunyah es dapat menyebabkan masalah gigi, seperti kehilangan enamel dan sebabkan kerusakan gigi.

Melansir Healthline, mengunyah es berkaitan dengan jenis anemia umum yang disebut dengan anemia defisiensi besi.

Anemia terjadi ketika darah tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat.

Tugas sel darah merah adalah membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh Anda. Tanpa oksigen, tubuh akan mudah lelah dan kehabisan napas.

Cover es batu. [Shutterstock]
Cover es batu. [Shutterstock]

Orang dengan anemia defisiensi besi tidak memiliki cukup zat besi dalam darah mereka.

Zat besi sangat penting untuk membangun sel darah merah yang sehat. Tanpanya, sel darah merah tidak dapat membawa oksigen seperti yang seharusnya.

Beberapa peneliti percaya mengunyah es memicu efek pada orang dengan anemia defisiensi besi yang mengirim lebih banyak darah ke otak. Lebih banyak darah di otak berarti lebih banyak oksigen di otak.

Baca Juga: Makan Es Krim Bisa Sebabkan Brain Freeze, Begini Cara Meredakan pada Anak

Karena otak terbiasa kekurangan oksigen, lonjakan oksigen ini dapat menyebabkan peningkatan kewaspadaan dan kejernihan berpikir.

Peneliti mengutip sebuah studi kecil di mana peserta diberi tes sebelum dan sesudah makan es.

Para peserta dengan anemia secara signifikan lebih baik setelah makan es. Peserta tanpa anemia tidak terpengaruh.

Tapi sayangnya, ini hanya berlangsung dalam satu waktu saja.

Melansir Medical News Today, mengunyah es juga dapat menyebabkan komplikasi lain. Salah satunya komplikasi anemia, seperti:

- Jantung yang membesar atau gagal jantung.
- Komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah.
- Peningkatan risiko infeksi pada anak-anak
- Pertumbuhan atau perkembangan terhambat pada anak-anak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI