Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Vania Rossa

Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM(K), Ketua Dewan Pembina IHDC. (Dok. IHDC)
baca 10 detik
  • Studi IHDC di Jakarta menemukan satu dari lima siswa sekolah dasar mengalami gangguan memori akibat masalah gizi.
  • Anemia dan stunting meningkatkan risiko defisit memori hingga tiga kali lipat bagi anak usia sekolah dasar.
  • Kurangnya asupan protein hewani dan zat besi menjadi faktor utama penghambat kemampuan kognitif generasi masa depan.

Suara.com - Masalah gizi kronis di Indonesia kini terbukti tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mengancam kecerdasan kognitif generasi mendatang. Hasil studi terbaru dari Indonesia Health Development Center (IHDC) mengungkapkan fakta krusial: 1 dari 5 anak sekolah dasar di Jakarta mengalami gangguan memori atau working memory.

Kondisi ini ditemukan berkaitan erat dengan prevalensi anemia dan stunting yang masih menghantui anak-anak usia sekolah. Kurangnya asupan zat gizi mikro ini membuat otak anak sulit menyimpan dan mengolah informasi, yang menjadi faktor kunci dalam performa belajar sehari-hari.

Ancaman Kognitif: Fondasi Indonesia Emas 2045

Ketua Dewan Pembina IHDC sekaligus mantan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM(K), menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas kesehatan sejak dini.

"Status gizi dan kemampuan kognitif anak adalah fondasi utama. Sayangnya, kekurangan asupan gizi hingga anemia defisiensi besi yang tinggi pada usia sekolah berpotensi menurunkan fungsi working memory yang krusial dalam proses pendidikan. Pemenuhan gizi optimal adalah langkah krusial untuk mendukung kualitas pembelajaran anak," ujar Prof. Nila dalam peluncuran studi tersebut di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Analisis Data: Risiko Defisit Memori hingga 3 Kali Lipat

Studi IHDC yang melibatkan 335 siswa di Jakarta ini menunjukkan data yang mengkhawatirkan:

  • 22,1% anak mengalami kesulitan dalam working memory.
  • 19,7% anak (sekitar 1 dari 5) terdiagnosis anemia.
  • Kadar hemoglobin yang rendah terbukti berbanding lurus dengan performa daya ingat yang lemah.

Executive Director IHDC, dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa anak dengan anemia memiliki risiko 2 kali lebih tinggi mengalami kesulitan memproses informasi.

"Bahkan pada anak yang mengalami stunting, risikonya melonjak hingga 3 kali lebih tinggi untuk mengalami defisit working memory," jelas dr. Ray.

baca juga

Krisis Asupan Protein dan Zat Besi

Selain faktor klinis, studi ini juga memotret pola makan anak sekolah yang belum ideal. Anak dengan anemia ditemukan memiliki asupan protein yang sangat rendah, yakni hanya sekitar 46% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang direkomendasikan.

President of Indonesian Nutrition Association, dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), menekankan bahwa protein hewani dan zat besi adalah bahan bakar perkembangan otak.

"Penting untuk memastikan asupan seimbang setiap hari, seperti telur, ikan, dan daging, yang dikombinasikan dengan vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi," paparnya.

Sebagai riset berbasis data lokal, temuan IHDC ini diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan keluarga untuk melakukan langkah preventif yang lebih terarah. Dukungan dari Danone Indonesia dalam riset ini memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan gizi sebagai investasi intelektual jangka panjang.

Dengan memperbaiki status gizi anak sekolah saat ini, Indonesia sedang mempersiapkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki ketajaman kognitif untuk bersaing di kancah global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

MBG Uji Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Sendiri untuk Tekan Pemborosan

MBG Uji Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Sendiri untuk Tekan Pemborosan

Foto | Kamis, 02 April 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Buntut Kasus Eks Jampidsus Febrie, Analis Desak Kapolri hingga Menhan Mundur Berjamaah

Buntut Kasus Eks Jampidsus Febrie, Analis Desak Kapolri hingga Menhan Mundur Berjamaah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Bukan Candaan! Iseng Teror Bom Sekolah Saat MPLS, MY Terancam 20 Tahun Penjara

Bukan Candaan! Iseng Teror Bom Sekolah Saat MPLS, MY Terancam 20 Tahun Penjara

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:57 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah

KPK Dalami Fakta Sidang soal Dugaan Aliran Uang Rp100 Juta ke Gus Miftah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:54 WIB

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:43 WIB

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

Bawa Koper Pink Bertuliskan BAP, Penyidik Polri Datangi Gedung Bundar Kejagung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:11 WIB

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:03 WIB

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

Di DPR, Menkeu Purbaya Soroti Efisiensi APBN dan Tantangan Besar Program MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:59 WIB

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:47 WIB

Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie

Kapolri, Jaksa Agung dan Panglima Jangan Cuma Salaman! Publik Tunggu Nyali Tuntaskan Kasus Febrie

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

×