Hamil Bayi Kembar Seperti Irish Bella, Risiko Bayi Lahir Mati Tinggi?

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 07 Oktober 2019 | 13:00 WIB
Hamil Bayi Kembar Seperti Irish Bella, Risiko Bayi Lahir Mati Tinggi?
Ammar Zoni dan Irish Bella kehilangan bayi kembar di dalam kandungan. [Suara.com/Sumarni]

Suara.com - Hamil Bayi Kembar Seperti Irish Bella, Risiko Bayi Lahir Mati Tinggi?

Dianugerahi dengan kehamilan kembar menjadi salah satu kebahagiaan bagi banyak pasangan. Hal inilah yang juga dialami oleh pasangan pesinetron Ammar Zoni dan Irish Bella yang mengumumkan kehamilan kembar mereka pada Mei 2019 lalu.

Sayangnya, di usia kandungan 26 minggu, keduanya harus kehilangan bayi kembar mereka, yang meninggal di dalam kandungan.

Meski belum diketahui apa penyebab pasti meninggalnya calon buah hati mereka, namun Irish Bella sempat dikabarkan dirawat di rumah sakit selama sepekan. Hal ini disampaikan oleh Manajer Irish Bella, DZ.

DZ sendiri enggan berkomentar mengenai penyebab pasti meninggalnya bayi kembar tersebut.

"Penyebabnya saya nggak bisa ngomong. Saya takut salah. Itu ada bahasa kedokteran yang saya nggak ngerti," lanjut dia lagi.

Dikutip dari Hello Sehat, apa yang dialami oleh Irish Bella disebut sebagai stillbirth atau bayi lahir mati, sebuah kondisi di mana bayi meninggal di dalam di usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Bayi lahir mati bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah kehamilan kembar. Hal ini terjadi, karena pada kehamilan kembar, risko kompilkasi pada ibu dan bayi mereka menjadi lebih tinggi daripada kehamilan tunggal.

Saat risiko komplikasi lebih tinggi, maka kejadian bayi lahir mati juga semakin meningkat. Di mana 12 dari 1.000 kelahiran kembar adalah bayi lahir mati, dan angkanya mencapai 31 dari 1.000 pada kelahiran kembar tiga. Sementara pada bayi dengan kelahiran tunggal angkanya hanya 5 dari 1.000.

Kematian bayi pada pada bulan pertama juga lebih mudah terjadi pada bayi kembar. Bayi lahir mati pada kehamilan kembar juga akan semakin meningkat setelah usia 38 minggu.

Oleh karena itu, banyak dokter menyarankan menyarankan agar operasi caesar atau induksi dilakukan jika bayi kembar belum lahir setelah 38 minggu.

ilustrasi keguguran [shutterstock]
ilustrasi pasangan sedih karena stillbirth. [shutterstock]

Selain itu, kembar identik yang berbagi plasenta juga lebih berisiko mengalami komplikasi dan bayi lahir mati, sehingga biasanya dokter akan menyarankan agar bayi dilahirkan lebih awal, pada kandungan ke 37 minggu.

Cara Pencegahan Komplikasi Saat Hamil Bayi Kembar

Banyak komplikasi pada kehamilan kembar tidak berhubungan dengan perilaku atau gaya hidup Anda. Namun, mengetahui lebih awal bila Anda mengandung bayi kembar dan apakah mereka berbagi plasenta dapat membantu. Dokter akan memiliki banyak waktu untuk mendeteksi, memonitor, dan menangani komplikasi.

Menjaga kesehatan dapat membantu Anda mengatasi kehamilan anak kembar dengan komplikasi yang kemungkinan dapat muncul saat proses melahirkan.

Kenali tanda-tanda peringatan preeklampsia, jaga pola makan yang sehat dan jagalah untuk selalu terhidrasi. Lakukan kunjungan untuk pemeriksaan kehamilan, lakukan latihan olahraga ringan jika diperbolehkan oleh dokter Anda. Jika Anda merokok, hal terbaik yang dapat Anda lakukan terhadap bayi Anda adalah berhenti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Irish Bella Sempat Derita Penyakit Ini Sebelum Bayinya Meninggal

Irish Bella Sempat Derita Penyakit Ini Sebelum Bayinya Meninggal

Entertainment | Senin, 07 Oktober 2019 | 07:52 WIB

Bayi Kembarnya Meninggal, Irish Bella Syok Belum Bisa Bertemu Orang

Bayi Kembarnya Meninggal, Irish Bella Syok Belum Bisa Bertemu Orang

Entertainment | Senin, 07 Oktober 2019 | 07:39 WIB

Anak Meninggal, Ammar Zoni : Allah Sudah Ambil Titipan Itu

Anak Meninggal, Ammar Zoni : Allah Sudah Ambil Titipan Itu

Entertainment | Senin, 07 Oktober 2019 | 06:25 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB