Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini

Vania Rossa Suara.Com
Senin, 23 Februari 2026 | 11:48 WIB
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
Ilustrasi penanganan kanker di Indonesia. (Pixabay/PDpics)
Baca 10 detik
  • Indonesia menghadapi lebih dari 400.000 kasus kanker baru per tahun dengan tingginya angka kematian akibat keterlambatan diagnosis.
  • AstraZeneca dan Prudential Indonesia menandatangani MoU untuk memperkuat edukasi pasien dan literasi kesehatan terkait kanker.
  • Kolaborasi ini berfokus pada penyebaran pengetahuan medis, peningkatan literasi keuangan, serta dukungan asuransi bagi pasien onkologi.

Suara.com - Penanganan kanker bukan hanya soal pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari literasi kesehatan, deteksi dini, hingga pemahaman pasien terhadap perjalanan perawatan yang harus dijalani. Tanpa edukasi yang memadai, banyak pasien baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut, yang berdampak pada kompleksitas terapi serta menurunnya peluang kesembuhan.

Di Indonesia, tantangan penanganan kanker masih cukup besar. Data Globocan 2022 mencatat lebih dari 400.000 kasus kanker baru dengan angka kematian mencapai sekitar 240.000 kasus. Kanker payudara, paru, dan hati menjadi jenis kanker dengan prevalensi tertinggi. Bahkan, jumlah kasus diperkirakan dapat meningkat lebih dari 70 persen pada 2050 jika tidak diimbangi dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Selain keterlambatan diagnosis, hambatan lain juga datang dari keterbatasan akses terhadap pengobatan inovatif, baik dari sisi ketersediaan maupun keterjangkauan biaya. Di sisi lain, kanker juga membawa dampak multidimensi—tidak hanya fisik, tetapi juga emosional dan finansial bagi pasien serta keluarga.

Melihat kompleksitas tersebut, pendekatan kolaboratif lintas sektor menjadi semakin penting. Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, AstraZeneca Indonesia dan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat edukasi pasien kanker sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Presiden Direktur PT AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay bersama Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth dan Chief Legal and Government Relations Officer Prudential Indonesia Mercy Francisca Sinaga.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berkomitmen menjalankan berbagai inisiatif edukatif yang berfokus pada peningkatan kesadaran tentang kanker, penyebaran pengetahuan ilmiah dan panduan medis terkini secara non-promosional, serta peningkatan literasi keuangan, khususnya terkait perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan. Kerja sama ini juga mencakup pertukaran wawasan mengenai jalur perawatan kanker serta diskusi dalam mendukung pengembangan perlindungan asuransi kesehatan bagi pasien onkologi.

MoU PT AstraZeneca Indonesia dan PT Prudential Life Assurance Tentang Pemahaman Pasien Onkologi dan Perawatan Inovatif. (Dok. AstraZeneca)
MoU PT AstraZeneca Indonesia dan PT Prudential Life Assurance Tentang Pemahaman Pasien Onkologi dan Perawatan Inovatif. (Dok. AstraZeneca)

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menegaskan bahwa penanganan kanker membutuhkan pemahaman yang komprehensif, tidak hanya dari sisi terapi, tetapi juga perjalanan perawatan pasien secara keseluruhan. Sebagai perusahaan biofarmasi berbasis sains, AstraZeneca berkomitmen memperluas edukasi publik serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya diagnosis dini dan perawatan yang tepat.

Senada dengan hal tersebut, Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, menyebut bahwa kanker memiliki dampak yang luas terhadap kehidupan pasien dan keluarga, termasuk tekanan emosional dan finansial. Karena itu, peningkatan pemahaman mengenai perlindungan kesehatan dan kesiapan finansial sejak dini dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menghadapi risiko kesehatan.

Kolaborasi ini juga melibatkan tenaga kesehatan, komunitas pasien, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program edukasi dan peningkatan kesadaran publik. Diharapkan, sinergi lintas sektor ini dapat memperkuat ekosistem kesehatan nasional dengan menempatkan edukasi pasien, kesadaran publik, dan kolaborasi sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dalam menghadapi kanker.

Baca Juga: Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI