Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia

Vania Rossa

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:20 WIB
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Kepemimpinan Wali Kota Semarang selama setahun fokus pada pembenahan ekosistem meliputi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
  • Penanganan stunting di Semarang menunjukkan hasil signifikan dengan penurunan kasus menjadi 3.560 pada 2025 melalui program pendampingan dan intervensi terarah.
  • Penguatan ekosistem kesehatan ini sejalan dengan capaian Semarang sebagai Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Suara.com - Dalam setahun terakhir, perubahan di Semarang terasa bukan hanya lewat angka-angka pembangunan, tapi juga dalam ritme keseharian warganya. Kota ini tampak semakin bersih, layanan kesehatan makin dekat, ruang hijau bertambah, dan aktivitas ekonomi lokal semakin hidup—membentuk wajah baru Semarang yang lebih ramah untuk ditinggali.

Transformasi ini berjalan beriringan dengan satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin. Alih-alih sekadar proyek pembangunan, pendekatan yang diambil lebih terasa sebagai pembenahan ekosistem kota: dari lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kerakyatan.

Penguatan sektor kesehatan, misalnya,  pendekatan yang diambil tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi membangun ekosistem kesehatan yang lebih dekat, inklusif, dan berkelanjutan bagi warga.

Perluasan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 2024, jumlah peserta tercatat 98.261 warga, dan meningkat menjadi 228.859 warga pada 2025 atau bertambah lebih dari 130 ribu peserta dalam setahun. Kenaikan ini mencerminkan semakin luasnya jangkauan jaminan kesehatan dasar bagi masyarakat serta komitmen pemerintah kota dalam memperkuat layanan kesehatan yang merata.

Penguatan akses layanan juga diimbangi dengan peningkatan fasilitas kesehatan. Selama setahun, Pemkot Semarang membangun dan merehabilitasi empat puskesmas, yakni Puskesmas Tlogosari Kulon, Krobokan, Pegandan, dan Genuk, serta menambah tiga puskesmas pembantu di Ratu Ratih, Beringin, dan Jabungan. Penambahan ini memperpendek jarak layanan kesehatan sekaligus memperkuat layanan promotif dan preventif di tingkat wilayah.

Upaya kesehatan masyarakat turut terlihat dari penanganan stunting yang semakin terarah. Melalui program daycare Rumah Pelita dan pendampingan keluarga, angka stunting berhasil ditekan dari 5.480 kasus menjadi 3.560 kasus pada 2025. Artinya, sebanyak 2.406 balita berhasil keluar dari risiko kekurangan gizi. Di sisi lain, penanggulangan Tuberkulosis (TB) juga menunjukkan progres, dengan skrining masif terhadap 1.898.840 penduduk dan temuan kasus sebanyak 6.144, lebih rendah dibanding tahun 2024 yang mencapai 7.304 kasus.

Capaian tersebut beriringan dengan peningkatan kualitas hidup warga. Angka harapan hidup Kota Semarang mencapai 78,72 tahun, sekaligus memperkuat posisi kota sebagai Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia versi UI Green Metric 2025. Rehabilitasi 10.000 batang mangrove dan perluasan ruang hijau menjadi bagian dari strategi kesehatan berbasis lingkungan yang saling terintegrasi.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pendekatan pembangunan yang berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa penguatan layanan dasar, termasuk kesehatan, menjadi prioritas utama kami. Ketika layanan semakin dekat dan terjangkau, kualitas hidup warga juga meningkat secara nyata,” ujarnya.

baca juga

Penguatan sektor kesehatan ini berjalan dalam kerangka lima pilar pembangunan, yakni Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh. Pendekatan terpadu tersebut turut mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Semarang mencapai 85,80 atau tertinggi di Jawa Tengah, serta tingkat kepuasan warga sebesar 83,6 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas.

Dengan perluasan UHC, peningkatan fasilitas kesehatan, serta keberhasilan menekan stunting dan penyakit menular, wajah pembangunan kesehatan di Semarang kini semakin terasa dalam keseharian warga—layanan lebih mudah diakses, perlindungan kesehatan lebih luas, dan kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Kesehatan Menurun, Manon KATSEYE Umumkan Hiatus Sementara Waktu

Kondisi Kesehatan Menurun, Manon KATSEYE Umumkan Hiatus Sementara Waktu

Your Say | Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:56 WIB

Picu Perdebatan, Akademisi Ingatkan Risiko Sentralisasi Pendidikan Dokter Spesialis!

Picu Perdebatan, Akademisi Ingatkan Risiko Sentralisasi Pendidikan Dokter Spesialis!

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental

Video | Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Jogja | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:32 WIB

×