Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Ini 3 Tips Kontrol Gangguan Cemas Tanpa Obat

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:35 WIB
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Ini 3 Tips Kontrol Gangguan Cemas Tanpa Obat
ilustrasi pasien gangguan cemas yang tidak terkontrol. (shutterstock)

Suara.com - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Ini 3 Tips Kontrol Gangguan Cemas Tanpa Obat

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober tiap tahunnya dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan jiwa, termasuk gangguan cemas.

dr Andri, SpKJ, FACPL, pakar kesehatan jiwa dari RS Omni Alam Sutera mengatakan ada dua pertanyaan yang sering diajukan olah pasien gangguan cemas. Pertama, apakah gangguan cemas bisa sembuh? Dan kedua, apakah gangguan cemas bisa dikontrol tanpa obat-obatan.

Dalam video di akun Youtube pribadinya, dr Andri menjawa dua pertanyaan tersebut. Ia mengatakan gangguan cemas merupakan salah satu gangguan jiwa yang bisa diobati hingga tuntas.

"Apakah gangguan cemas bisa sembuh? Tentu bisa. Bagaimana caranya? Dengan obat-obatan dan terapi non-obat seperti yang akan saya jelaskan secara singkat," ujar dr Andri, seperti ditulis Kamis (10/10/2019).

Dijelaskan dr Andri, cara mengontrol kecemasan adalah dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa memberikan ketenangan pada sistem saraf pusat, khususnya di bagian amygdala yang terletak di sistem limbik.

ia memiliki 3 tips untuk membantu mengontrol gangguan cemas dan mengurangi munculnya cemas berulang tanpa obat-obatan. Yang pertama, adalah dengan rutin mealkukan olahraga.

Beragam penelitian ilmiah sudah membuktikan bahwa olahraga memiliki sifat yang menyenangkan. Hal ini pada akhirnya akan membantu otak, khususnya amygdala, menjadi lebih rileks.

Kedua, cobalah lakukan relaksasi 10-15 menit dalam sehari. Dikatakan dr Andri, relaksasi bisa dilakukan pagi hari saat bangun tidur ataupun malam hari menjelang tidur.

"Kita diam aja, perhatikan napas yang masuk dan keluar, nanti akan timbul efek rileks," ungkapnya lagi.

Terakhir adalah dengan meditasi. Meditasi bisa diawali dengan relaksasi seperti yang dicontohkan sebelumnya. Meditasi dilakukan dengan mengucap rasa syukur, dan memberikan perasaan kasih sayang kepada diri kitan sendiri.

Ilustrasi meditasi untuk redakan cemas. (shutterstock)
Ilustrasi meditasi untuk redakan cemas. (shutterstock)

Tentu saja tidak mudah melakukan ini semua. Bahkan, tidak sedikit pasien gangguan cemas yang akhirnya hanya bergantung pada obat untuk mengontrol kecemasannya.

Namun menurut dr Andri meski sulit dilakukan, orang-orang yang memiliki gangguan cemas sebaiknya tidak berhenti mencoba mengontrol kecemasannya lewat cara-cara ini.

"Ini proses belajar. Tidak bisa kita bilang ke diri sendiri bahwa kita tidak bisa, jadinya nggak bisa maju. Ketika pikiran tenang, otak pun tenang, yang akhirnya membawa dampak baik bagi gangguan kecemasan kita," tutup dr Andri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kesehatan Jiwa Dunia, 4 Makanan Ini Baik untuk Jaga Kesehatan Anda!

Hari Kesehatan Jiwa Dunia, 4 Makanan Ini Baik untuk Jaga Kesehatan Anda!

Health | Rabu, 09 Oktober 2019 | 18:15 WIB

Tiba-tiba Jadi Pendiam, Bisa Jadi Gejala Depresi yang Tak Terlihat

Tiba-tiba Jadi Pendiam, Bisa Jadi Gejala Depresi yang Tak Terlihat

Health | Selasa, 08 Oktober 2019 | 08:55 WIB

Dokter Jiwa Usul Percobaan Bunuh Diri Ditanggung BPJS, Ini Alasannya

Dokter Jiwa Usul Percobaan Bunuh Diri Ditanggung BPJS, Ini Alasannya

Health | Senin, 07 Oktober 2019 | 20:10 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB